SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemandangan berbeda terlihat saat Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat (26/12/2025). Jika biasanya tampil dengan busana formal lainnya, kali ini Hangabehi tampil khas dengan balutan busana tradisional Jawa.
Keinginan Berbusana Jawa
Dalam kesempatan tersebut, Hangabehi tampak bersahaja mengenakan beskap putih yang dipadupadankan dengan jarik motif parang serta blankon. Saat dikonfirmasi, ia mengaku penampilan tersebut murni didasari keinginan pribadi untuk berbusana Jawa.
“Cuma berkeinginan berpakaian Jawa saja. Ini kan juga sudah selesai rangkaian acara 7 kali Jumat di Masjid Agung. Selanjutnya ini nanti salat Jumat di masjid mana saja,” ungkap Hangabehi.
Selesainya rangkaian ritual 7 kali Jumat berturut-turut di Masjid Agung ini menandai bahwa untuk pekan-pekan selanjutnya, ia akan melaksanakan kewajiban salat Jumat di lokasi yang lebih fleksibel. “Laki-laki wajib salat Jumat. Di mana saja bisa,” tambahnya.
Enggan Bahas Jumenengan, Fokus Rembuk Keluarga
Meski kehadirannya selalu menarik perhatian publik, Hangabehi masih enggan memberikan keterangan mendalam terkait rencana Jumenengan (upacara kenaikan tahta). Ia menegaskan saat ini fokusnya adalah menjalankan ritual adat yang telah turun-temurun di lingkungan Keraton.
Terkait langkah ke depan, Hangabehi mengisyaratkan adanya proses musyawarah besar dengan kerabat keraton lainnya.
“Belum pengen bahas ke situ. Melakukan ritual adat turun-temurun di Kraton saja. Kita nanti akan ada rembukan dari semua keluarga. Biar nanti yang kita tentukan bersama ada kesepakatan dan lain-lain,” tandasnya. Ando
