
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirimkan ribuan mahasiswanya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode Januari–Februari 2026. Total sebanyak 2.050 mahasiswa resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian selama 45 hari ke depan.
Prosesi pelepasan KKN Tematik UNS digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (6/1/2026), dan dihadiri Sekretaris Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ahmad Zabadi, S.H., M.M., bersama Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS sekaligus Penanggung Jawab KKN, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., menjelaskan bahwa ribuan mahasiswa tersebut akan melaksanakan program pengabdian masyarakat mulai 6 Januari hingga 19 Februari 2026. Mereka didampingi oleh 73 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
“Mahasiswa KKN terbagi dalam 185 kelompok dan ditempatkan di 165 desa dan kelurahan yang tersebar di 85 kecamatan, 33 kabupaten, serta 9 provinsi,” ujar Prof. Dody, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Adapun wilayah sasaran KKN Tematik UNS meliputi Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Tenggara. Persebaran itu mencerminkan komitmen UNS untuk hadir di berbagai daerah dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Pada periode ini, KKN Tematik UNS dikemas dalam sejumlah tema strategis. Sebanyak 93 kelompok di antaranya menjalankan KKN Tematik Kemitraan, baik di wilayah Pulau Jawa maupun luar Jawa. Sementara KKN reguler mengusung tema seperti Pertanian Terpadu, Ketahanan Pangan Mandiri, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs, Desa Siaga Bencana, hingga penguatan UMKM dan kelembagaan desa.
Selain itu, UNS juga menjalankan program kolaborasi antarperguruan tinggi bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang melibatkan 27 mahasiswa. Beberapa peserta bahkan telah diberangkatkan lebih awal ke wilayah luar Pulau Jawa untuk menyesuaikan jadwal transportasi laut.
“Seluruh program KKN dirancang selaras dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dan target pencapaian SDGs, agar manfaatnya terukur serta berkelanjutan,” jelas Prof. Dody.
Ia menegaskan bahwa ruh utama KKN UNS tetap bertumpu pada edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi mampu menjadi lebih mandiri setelah program berakhir.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan KKN, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari materi kebencanaan, kode etik mahasiswa, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, hingga administrasi dan penyusunan program kerja. UNS juga memberikan dukungan dana program sebesar Rp1 juta per mahasiswa yang disalurkan melalui bendahara kelompok, serta perlindungan keselamatan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi RI, Ahmad Zabadi, mendorong mahasiswa KKN UNS untuk aktif memperkuat gerakan koperasi di desa, khususnya melalui pengembangan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi wadah gotong royong dan kemandirian masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, mulai dari mendampingi UMKM, meningkatkan literasi koperasi, hingga mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi di tingkat desa,” ujarnya.
Rektor UNS, Prof. Hartono, menambahkan bahwa KKN Tematik dirancang berbasis kebutuhan dan potensi lokal, serta dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu fokus penting pada periode ini adalah penguatan kelembagaan desa, termasuk sinergi dengan Kementerian Koperasi dalam pengembangan BUMDes dan koperasi desa.
Rektor UNS berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta bekerja dengan empati dan tanggung jawab. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan DPL yang terlibat dalam menyukseskan KKN Tematik UNS. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













