Beranda Umum Air Bah Sungai Gung Hantam Kawasan Wisata Guci Tegal, Pancuran 13 dan...

Air Bah Sungai Gung Hantam Kawasan Wisata Guci Tegal, Pancuran 13 dan 5 Lenyap

Ilustrasi jembatan sesek hancur diterjang banjir | kreasi AI

SLAWI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kawasan wisata Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal, lagi-lagi dilanda banjir bandang. Luapan Sungai Gung yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur wisata, termasuk hilangnya tiga jembatan serta rusaknya sejumlah fasilitas pemandian air panas.

Banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal selama beberapa hari terakhir. Debit Sungai Gung mulai meningkat pada Jumat (23/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB dan mencapai puncaknya pada Sabtu dini hari ketika air meluap tak terkendali.

Peristiwa ini merupakan banjir bandang kedua yang menerjang kawasan Guci setelah kejadian serupa pada Desember 2025. Namun, dampak kali ini dilaporkan jauh lebih parah.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Pancuran 13 mengalami kerusakan berat. Kolam pemandian air panas tertutup material pasir dan bebatuan akibat longsoran, sementara ikon guci besar berwarna emas yang berada di tengah area tersebut hilang terbawa arus. Sejumlah fasilitas pendukung seperti loket masuk, kamar bilas, patung hias, hingga jembatan penghubung utama di sekitar Pancuran 13 juga rusak dan hilang.

Baca Juga :  Banjir Lumpuhkan Jalur Rel, 38 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan KAI

Kerusakan serupa terjadi di Pancuran 5 serta kolam renang Barokah. Area tersebut kini dipenuhi endapan pasir dan batu yang menyulitkan akses kendaraan maupun pejalan kaki.

Warga setempat, Hasemi, menuturkan hujan deras telah berlangsung sejak Jumat dan air mulai meluap pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Menurutnya, derasnya aliran air terdengar hingga ke permukiman warga.
“Suara gemuruh air terdengar sampai ke permukiman rumah warga yang jaraknya sekitar 250 meter. Bencana paling parah karena banyak yang mengalami kerusakan tidak hanya jembatan, tapi banyak pohon tumbang dan longsor,” cerita Hasemi.

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal Ahmad Kholid membenarkan bahwa banjir bandang kali ini menyebabkan hilangnya tiga jembatan di kawasan Guci. Ia menyebut kerusakan yang terjadi lebih parah dibandingkan bencana sebelumnya.
“Ada tiga jembatan yang hilang diterjang banjir yaitu jembatan Curug Jedor, jembatan Pancuran 13 dan jembatan Pancuran 5. Tentu kami (Pemkab Tegal) prihatin dengan kondisi sekarang ini,” ungkap Ahmad Kholid.

Untuk sementara, akses di sekitar Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup karena tidak dapat dilalui. Sementara itu, jembatan di Curug Jedor direncanakan akan ditangani secara darurat dengan pemasangan jembatan bailey sebagai jalur alternatif.

Baca Juga :  JPPI Usul MBG Diliburkan Selama Ramadan, Negara Bisa Hemat Rp 36 Triliun

Ahmad Kholid juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.
“Saya imbau kepada masyarakat selalu waspada karena intensitas hujan masih cukup tinggi dan belum aman,” pesannya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.