Beranda Daerah Pantura Air Bah Terjang Pati Selatan, Jalan Desa Tak Bisa Dilalui

Air Bah Terjang Pati Selatan, Jalan Desa Tak Bisa Dilalui

Ilustrasi banjir rob | pixabay

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Curah hujan tinggi yang turun tanpa jeda membuat wilayah selatan Kabupaten Pati ikut terdampak banjir bandang. Luapan Sungai Godo memicu genangan luas di sejumlah desa, menyebabkan permukiman terendam dan beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui, Sabtu (10/1/2026).

Setelah sehari sebelumnya banjir menerjang kawasan Pati bagian utara, giliran wilayah Kecamatan Winong dan Tambakromo yang kebanjiran akibat melimpasnya Sungai Godo. Air bah mengalir deras hingga masuk ke jalan-jalan desa dan rumah warga.

Di Kecamatan Winong, genangan dilaporkan merendam Desa Godo dan Desa Gunungpanti. Sementara di Kecamatan Tambakromo, banjir bandang terjadi di Desa Angkatan Kidul, Angkatan Lor, serta Sinomwidodo.

Warga Desa Gunungpanti, Harno, mengatakan air sungai mulai naik dan meluap ke permukiman sejak waktu magrib.

“Sungai Godo-Gunungpanti airnya meluap sampai permukiman warga,” kata dia saat dihubungi tribunJateng.com, Sabtu malam (10/1/2026).

Harno juga mengingatkan warga di desa-desa sekitar agar meningkatkan kewaspadaan karena aliran air biasanya bergerak ke wilayah tersebut.

“Demikian juga untuk Dukuh Paras, Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus. Harap waspada juga,” pesan dia.

Baca Juga :  Hujan Es Seukuran Kelereng Guyur Batang, Warga Sempat Panik

Kondisi serupa dikonfirmasi Kepala Desa Sinomwidodo, Rakimin. Ia menyebut sedikitnya enam RT di wilayahnya telah terendam banjir. RT terdampak tersebar di Dukuh Ledokan, Krajan, dan Cengklik.

Menurut Rakimin, hujan deras yang turun sejak siang hari menjadi pemicu utama naiknya debit air sungai.

“Di permukiman warga, ketinggian banjir mencapai 40 sampai 70 cm,” tutur dia.

Warga terpaksa mengamankan perabot rumah tangga, alat elektronik, hingga kendaraan ke tempat yang lebih tinggi, termasuk halaman masjid desa. Selain rumah warga, tiga musala juga terdampak genangan.

“Ada tiga musala yang kebanjiran. Tapi air tidak sampai masuk karena bangunannya sudah ditinggikan semua. Sejak banjir bandang sebelumnya, sekitar tiga tahun lalu, memang banyak bangunan di sini ditinggikan,” papar Rakimin.

Banjir juga melumpuhkan akses transportasi. Jalan penghubung Sinomwidodo–Gunungpanti serta Sinomwidodo–Angkatan Kidul tidak bisa dilalui kendaraan akibat genangan air yang cukup dalam.

“Kalau Jalan dari Sinomwidodo ke Karangwono atau Tambakromo masih bisa dilalui, tapi tetap harus berhati-hati,” ucap Rakimin.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Utama Desa Cening, Kendal Amblas

Rakimin menilai rusaknya kawasan hutan di Pegunungan Kendeng turut memperparah banjir. Minimnya vegetasi membuat aliran air hujan langsung mengalir ke permukiman warga.

“Saya berharap ada penghijauan di Kendeng. Selain itu juga normalisasi sungai,” ujar dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.