Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Akar Wangi Jadi Senjata Rahasia Lawan Longsor di Wonogiri, Manfaatnya Bikin Takjub!

Akar wangi

Penanaman akar wangi di Tirtomoyo Wonogiri. Dok. BPBD Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Akar wangi kini kian dilirik sebagai solusi alami yang efektif untuk menekan risiko bencana tanah longsor, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Wonogiri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan warga setempat melakukan penanaman akar wangi (vetiver) di Dusun Tempel dan Dusun Jarum, Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (28/1/2025), sebagai langkah strategis mitigasi bencana berbasis alam.

Penanaman dilakukan di area perbukitan dengan tingkat kemiringan tinggi dan struktur tanah yang labil. Kawasan tersebut selama ini dikenal memiliki potensi longsor saat intensitas hujan meningkat. Dalam konteks ini, akar wangi dipilih bukan sekadar sebagai tanaman penghijauan, melainkan sebagai penguat alami lereng yang terbukti mampu menjaga kestabilan tanah dalam jangka panjang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Wonogiri, Sri Maryati, menjelaskan bahwa akar wangi memiliki karakteristik unik yang membuatnya sangat ideal untuk mitigasi bencana. Sistem perakaran tanaman ini mampu menembus tanah hingga kedalaman beberapa meter, membentuk jaringan akar yang rapat dan kuat.

Akar wangi bekerja seperti jangkar hidup yang mengikat butiran tanah agar tidak mudah bergeser. Di wilayah rawan longsor seperti Desa Sidorejo, tanaman ini sangat efektif untuk mengurangi potensi pergerakan tanah saat hujan deras,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penahan longsor, manfaat akar wangi juga meluas ke berbagai aspek lingkungan. Tanaman ini dikenal mampu mengurangi erosi tanah, meningkatkan daya serap air hujan, memperbaiki struktur tanah, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan perbukitan. Selain itu, akar wangi juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk bahan minyak atsiri, parfum, aromaterapi, hingga kerajinan ramah lingkungan.

Kegiatan penanaman ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari BPBD Wonogiri, Koramil, Polsek, pihak Kecamatan, Pemerintah Desa Sidorejo, Relawan Destana (Desa Tangguh Bencana), hingga masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama agar upaya mitigasi tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan terawat.

Keterlibatan warga diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga tanaman akar wangi agar tumbuh optimal dan berfungsi maksimal sebagai penguat lereng. Selain mengurangi risiko bencana, langkah ini juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana berbasis alam.

“Mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat penting agar upaya ini benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” tambah Sri Maryati.

Hingga kegiatan berakhir pada siang hari, seluruh proses penanaman berjalan aman dan lancar. BPBD Wonogiri tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis rawan longsor.

Dengan pemanfaatan akar wangi sebagai benteng alami, Wonogiri kini melangkah lebih jauh dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana, sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Aris Arianto

Exit mobile version