Beranda Umum Nasional Bantah Isu Keretakan, Prabowo Klaim Kabinet Merah Putih Tetap Solid

Bantah Isu Keretakan, Prabowo Klaim Kabinet Merah Putih Tetap Solid

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Prabowo Subianto menepis berbagai analisis yang menyebut Kabinet Merah Putih mengalami perpecahan. Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintahannya tetap solid dan bekerja secara kompak sejak awal masa pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian 166 sekolah rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menanggapi narasi yang ramai beredar di ruang publik, termasuk di media sosial.

“Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar, yang ngomong di media sosial, menganalisis terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungan Prabowo,” kata Prabowo.

Ia mengaku tidak asing dengan berbagai spekulasi tersebut dan bahkan mengikuti perkembangannya. Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa realitas di internal kabinet justru menunjukkan kebersamaan dan kerja keras kolektif.

“Seru. Saya sendiri tertarik. Dari mana ini? Tapi enggak. Saya merasa kerja keras, kompak,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kekompakan kabinet dapat dilihat dari hasil kerja nyata pemerintah. Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada akhir 2025. Prabowo menyebut capaian tersebut diraih di tengah tantangan berat berupa dampak El Nino yang memicu kekeringan panjang sepanjang 2024 hingga 2025.

Baca Juga :  Bantah MBG untuk Tiket Pilpres 2029, Prabowo: Kalau Rakyat Memilih, Apa Salah Saya?

“Kami bisa mengatasi dan kami menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak berhenti pada sektor pangan saja. Ia menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri di berbagai bidang strategis lainnya.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung pembangunan sekolah rakyat sebagai bukti lain kerja kolektif kabinet. Ia menyebut peresmian 166 sekolah rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi langkah awal dari target yang lebih besar.

“Juga hari ini kami berhasil melihat dan meresmikan 166 sekolah rakyat. Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai 2029,” ujarnya.

Diketahui, operasional sekolah rakyat dilakukan secara bertahap sejak 2025. Pada Juli 2025, sebanyak 60 sekolah mulai beroperasi, disusul 37 sekolah pada Agustus, serta 66 sekolah pada akhir September hingga awal Oktober.

Saat ini, 166 sekolah rakyat tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Total sekolah tersebut menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

Baca Juga :  BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Kawasan Perumahan Tangerang

Pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan sekolah rakyat tahap II di 104 lokasi. Pada tahap lanjutan ini, sekolah rakyat dirancang mampu menampung hingga 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.