Site icon JOGLOSEMAR NEWS

BUMDesma Pracimantoro Bongkar Laporan Keuangan 2025, Ratusan Warga Tersentuh Dana Bergulir, Ini Fakta Lengkap dari Forum MAD

Musyawarah

MAD di Kecamatan Pracimantoro Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Musyawarah Antar Desa (MAD) Kecamatan Pracimantoro yang digelar Rabu (21/1/2025) di Pendopo Kecamatan Pracimantoro menjadi panggung penting bagi evaluasi kinerja BUMDesma UPK Pracimantoro LKD sebagai pengelola dana bergulir dan motor penggerak ekonomi desa.

Forum strategis ini dihadiri jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Camat Pracimantoro Warsito, Danramil 13 Pracimantoro, Kapolsek Pracimantoro, para Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Pracimantoro, Ketua BPD, LPM, tokoh perempuan, hingga perwakilan kelompok pemanfaat program SPKP dan UEP.

Dalam sambutannya, Camat Pracimantoro Warsito menegaskan MAD bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang krusial untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan sinergi lintas desa, serta memastikan program pemberdayaan ekonomi berjalan lebih efektif dan berdaya guna.

Ia menekankan pentingnya memperkuat komitmen kolektif antar desa agar kinerja BUMDesma semakin profesional dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.

Perwakilan Dinas PMD Kabupaten Wonogiri, Supriyono, turut menyoroti peran strategis BUMDesma UPK Pracimantoro LKD sebagai lembaga pengelola dana bergulir. Ia mendorong peningkatan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek pengelolaan keuangan serta penyaluran program ekonomi produktif.

Selain itu, Dinas PMD juga mendorong agar program SPKP dan UEP semakin tepat sasaran, mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha desa, serta berkelanjutan dalam menopang pertumbuhan ekonomi lokal.

Puncak agenda MAD ditandai dengan paparan Laporan Direktur BUMDesma UPK Pracimantoro LKD terkait capaian kinerja tahun 2025. Dalam laporan tersebut terungkap bahwa target pendapatan tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1.287.720.866, sementara realisasi pendapatan tercapai Rp861.204.976.

Dari sisi keuntungan, rencana laba sebesar Rp293.094.179, sedangkan realisasi laba yang berhasil dicapai mencapai Rp217.082.354. Data ini menunjukkan bahwa BUMDesma tetap mencatatkan kinerja positif meski belum sepenuhnya memenuhi target yang direncanakan.

Tak hanya laporan keuangan, forum MAD juga memaparkan data pemanfaat program SPKP dan UEP tahun 2025, yang mencakup 22 kelompok SPKP, 27 kelompok UEP, serta total 613 orang penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Pracimantoro.

Angka tersebut menegaskan bahwa BUMDesma Pracimantoro masih menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung permodalan usaha mikro, memperkuat ekonomi keluarga, serta membuka peluang usaha produktif di tingkat desa.

Meski begitu, forum MAD juga mencatat perlunya evaluasi dan peningkatan kinerja agar dampak program dapat diperluas, tingkat keberhasilan usaha meningkat, serta risiko kredit bermasalah dapat ditekan secara berkelanjutan.

Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan dari peserta terkait kendala di lapangan, efektivitas penyaluran dana, pendampingan kelompok usaha, hingga strategi penguatan kelembagaan BUMDesma ke depan. Para kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemanfaat program turut menyampaikan pandangan dan usulan untuk mendorong pengelolaan yang lebih optimal.

Berdasarkan paparan laporan, tanggapan peserta, serta hasil diskusi yang berlangsung, Musyawarah Antar Desa Kecamatan Pracimantoro secara resmi menerima dan menyetujui laporan pertanggungjawaban kinerja BUMDesma UPK Pracimantoro LKD Tahun 2025, termasuk laporan pendapatan, laba/rugi, serta data penerima manfaat program SPKP dan UEP.

Seluruh peserta MAD juga menyatakan kesiapan untuk mengawal hasil keputusan musyawarah, mendukung perbaikan tata kelola, serta memperkuat peran BUMDesma sebagai penggerak ekonomi desa.

Ke depan, diharapkan BUMDesma UPK Pracimantoro LKD mampu meningkatkan capaian kinerja, memperluas jangkauan manfaat, serta memperkuat transparansi dan keberlanjutan program demi mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih stabil dan inklusif di Kecamatan Pracimantoro. Aris Arianto

Exit mobile version