Beranda Daerah Magelang Diduga Keracunan MBG, 75 Siswa dan 5 Guru SMPN 10 Kota Magelang...

Diduga Keracunan MBG, 75 Siswa dan 5 Guru SMPN 10 Kota Magelang Diperiksa

Ilustrasi keracunan makanan | kreasi AI

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, puluhan siswa dan sejumlah guru di SMP Negeri 10 Kota Magelang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG di sekolah.

Kepala SMPN 10 Kota Magelang, Sri Mulyani, menyampaikan keluhan awal muncul pada Rabu pagi (22/1/2026). Dua siswa pertama kali mengadu sakit perut sekitar pukul 07.00 WIB dan segera mendapatkan penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa terus bertambah, terutama setelah jam istirahat sekolah.

“Setelah jam istirahat, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut bertambah secara bertahap. Total ada sekitar 75 siswa dan lima guru yang mengalami keluhan,” kata Sri Mulyani, Jumat (23/1/2026).

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Magelang dan puskesmas setempat. Tim kesehatan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap para siswa dan guru yang terdampak, sekaligus memberikan pengobatan awal.

Selain itu, petugas kesehatan juga mengamankan sampel berupa feses dan muntahan dari beberapa korban guna keperluan pemeriksaan laboratorium.

“Sampel sudah dikirim ke laboratorium di Semarang. Kami diminta menunggu hasil pemeriksaan sebagai dasar langkah selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan makanan di SMPN 10 Kota Magelang. Laporan tersebut diterima oleh Puskesmas Magelang Tengah pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, Puskesmas Magelang Tengah menerima laporan dugaan keracunan makanan dari salah satu guru SMPN 10 Kota Magelang,” kata Larsita dalam keterangan tertulis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Magelang bersama Puskesmas Magelang Tengah langsung melakukan koordinasi dan penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekolah. Tak hanya itu, investigasi juga diperluas ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan MBG.

“Saat ini masih dilakukan investigasi secara menyeluruh bersama pihak terkait, sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan air,” jelasnya.

Larsita menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menangani kasus ini secara terbuka dan berbasis data ilmiah.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis data,” sambungnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Magelang akan terus menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat seiring perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Pemerintah Kota Magelang bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Larsita. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.