JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto tercatat empat kali melakukan perombakan jajaran Kabinet Merah Putih sepanjang tahun 2025. Pergantian tersebut tidak hanya menyentuh kementerian teknis, tetapi juga posisi strategis yang berpengaruh langsung pada arah kebijakan nasional.
Perombakan pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, saat usia kabinet belum genap lima bulan. Dalam reshuffle awal ini, Presiden melantik enam pejabat baru. Salah satu sorotan utama adalah pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dari Satryo Soemantri Brodjonegoro kepada Brian Yuliarto. Selain itu, Prabowo juga menempatkan figur-figur baru di sejumlah lembaga penting seperti BPKP, BPS, dan BSSN.
Tujuh bulan berselang, tepatnya 8 September 2025, reshuffle kedua dilakukan dengan skala lebih besar. Pada tahap ini, Presiden mengganti Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Perubahan juga terjadi di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, serta pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang untuk pertama kalinya diisi oleh Mochamad Irfan Yusuf, dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.
Menariknya, pada reshuffle jilid kedua tersebut, beberapa kursi penting justru dibiarkan kosong, termasuk posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga.
Kekosongan itu tak berlangsung lama. Pada 17 September 2025, Presiden kembali melantik sejumlah pejabat untuk mengisi pos-pos strategis yang belum terisi. Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menko Polhukam, sementara Erick Thohir dipercaya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga. Seiring pergeseran tersebut, Dony Oskaria ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas Menteri BUMN.
Tak sampai sebulan kemudian, tepatnya 8 Oktober 2025, Prabowo kembali melakukan perombakan lanjutan. Kali ini, penataan kabinet mencakup penambahan wakil menteri, yakni Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Dengan keputusan itu, jumlah wakil menteri di dua kementerian tersebut bertambah.
Pada hari yang sama, Dony Oskaria yang sebelumnya menjabat Plt Menteri BUMN resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, menyusul perubahan status Kementerian BUMN menjadi badan tersendiri sesuai revisi Undang-Undang BUMN.
Reshuffle jilid keempat ini juga meluas ke sejumlah lembaga dan badan negara lainnya. Presiden membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang diketuai oleh Velix Wanggai, dengan sembilan anggota. Selain itu, Prabowo turut melantik sepuluh duta besar luar biasa dan berkuasa penuh serta satu wakil duta besar RI untuk negara sahabat.
Berikut rangkuman reshuffle Kabinet Merah Putih sepanjang 2025 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














