WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, memantik reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Wakil Bupati Wonogiri Imron Riskyarno secara terbuka menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Imron Riskyarno menegaskan, insiden ini tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta seluruh pengelola SPPG benar-benar menjalankan SOP secara disiplin dan konsisten. Menurutnya, koordinasi dengan korwil SPPG memang sudah dilakukan, namun di lapangan masih ditemukan pelanggaran mendasar.
“Dalam penyiapan menu MBG harus sesuai SOP. Harus hati-hati,” tegas Imron Riskyarno saat memberikan pernyataan, Rabu (14/1/2026).
Ia mengungkapkan, dalam beberapa kesempatan dirinya masih mendapati petugas dapur yang tidak menggunakan penutup rambut maupun sarung tangan saat mengolah makanan. Padahal, aspek kebersihan merupakan kunci utama dalam program penyediaan makanan massal bagi pelajar.
Tak berhenti di situ, Wabup Imron juga melempar peringatan serius terkait potensi gangguan dari pihak tak bertanggung jawab. Ia meminta agar pengelola SPPG meningkatkan pengamanan, khususnya pada bahan baku makanan.
“Saya usul juga ditambah petugas jaga malam. Kalau satpam ada, pagi sampai sore. Yang jaga malam ini digaji sendiri demi keamanan,” bebernya.
Menurut Imron Riskyarno, langkah preventif perlu dilakukan untuk menutup semua celah risiko, termasuk kemungkinan sabotase.
Penekanan terhadap SOP, lanjut Imron, menjadi hal mutlak. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian sekecil apa pun, mengingat sasaran program MBG adalah anak-anak sekolah.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno membeberkan data terbaru terkait dampak kejadian tersebut. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 1.158 pelajar telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dari jumlah itu, 206 pelajar mengalami gejala mengarah keracunan. Sedangkan 952 lainnya tidak mengalami gejala.
Gejala yang dialami para pelajar di antaranya diare, mual, dan muntah. Namun hingga kini, belum ada laporan rinci mengenai menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut maupun hari pelaksanaan pembagian makanan yang diduga bermasalah.
Bupati Setyo Sukarno kembali menegaskan pentingnya penerapan SOP secara maksimal di seluruh SPPG. Mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan ribuan pelajar di Wonogiri.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kondisi seluruh pelajar kembali normal. Aris Arianto
