Beranda Daerah Solo Gunakan Teknik ‘Vertical Rescue’, Damkar Solo Bantu Pemakaman Jenazah Warga Serengan Seberat...

Gunakan Teknik ‘Vertical Rescue’, Damkar Solo Bantu Pemakaman Jenazah Warga Serengan Seberat 200 Kg

Petugas Damkar Solo dikerahkan untuk membantu prosesi pemakaman seorang warga berinisial "R" (43), penderita obesitas dengan berat badan mencapai 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Senin (05/01/2025) siang. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Untuk kedua kalinya, Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta menunjukkan aksi kemanusiaan di luar tugas pemadaman api.

Petugas dikerahkan untuk membantu prosesi pemakaman seorang warga berinisial “R” (43), penderita obesitas dengan berat badan mencapai 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Senin (05/01/2025) siang.

Teknik 4 Banding 1: Ringankan Beban Jenazah

Mengingat bobot jenazah yang tidak biasa, tim Damkar menerapkan teknik khusus yang biasa digunakan dalam penyelamatan medan berat, yaitu vertical rescue dengan sistem lowering 4 banding 1.

Analis Kebakaran Tim Rescue Damkar Surakarta, Antonius Satria, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk membagi beban berat jenazah menjadi empat bagian sehingga proses penurunan ke liang lahat menjadi jauh lebih ringan dan aman.

“Sistem 4 banding 1 untuk penurunan. Beban jenazah dibagi menjadi 4, jadi lebih ringan. Kendala hanya di lokasi yang sempit, namun kami sudah melakukan survei dan persiapan alat terlebih dahulu,” jelas Antonius.

Berawal dari Inisiatif Tetangga

Keterlibatan Damkar ini bermula dari inisiatif seorang tetangga almarhumah yang merupakan anggota Satpol PP. Berkaca pada kesuksesan Damkar membantu warga Banyuanyar dengan kasus serupa pada tahun 2025 lalu, ia kemudian meminta bantuan resmi ke kantor Damkar.

Baca Juga :  Gantikan Kembang Api, 1.000 Lilin Menyala di Perempatan Ngarsopuro: Simbol Harapan di Tahun 2026

Antonius menegaskan bahwa layanan bantuan penyelamatan seperti ini diberikan secara cuma-cuma kepada warga Solo. “Selama alat di Damkar tersedia, kami siap membantu warga dan itu tidak dikenakan biaya alias gratis,” tambahnya.

Kronologi Kejadian: Pingsan Usai Perayaan Tahun Baru

Ketua RW 08, Harjanto, membeberkan kronologi sebelum “R” mengembuskan napas terakhir. Diduga kelelahan dan faktor makanan pasca-perayaan tahun baru 2026 menjadi pemicu kondisi kesehatan almarhumah menurun.

“Kemarin karena tiga hari berturut-turut tahun baru itu makan bakar-bakaran. Mungkin faktor itu berpengaruh. Siangnya beliau tidur di lantai dua lalu pingsan. Anak-anaknya teriak hingga warga berdatangan,” ungkap Harjanto.

Warga sempat membawa almarhumah menggunakan ambulans Kelurahan Serengan ke Rumah Sakit Kustati. Namun, sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa almarhumah telah meninggal dunia sebelum sempat mendapat perawatan intensif.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan

Layanan Kemanusiaan yang Dinanti

Kehadiran Tim Damkar dalam prosesi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Di tengah keterbatasan fisik dan lokasi makam yang padat, keahlian teknik petugas Damkar menjadi solusi krusial bagi keluarga yang ditinggalkan, memastikan prosesi pemakaman berjalan dengan khidmat dan lancar.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.