Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Pakar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar Diteror Telepon Orang Tak Dikenal

Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Zainal Arifin Mochtar, pakar hukum Tata Negara yang penah menjadi salah satu narasumber dalam film dokumenter Dirty Vote jelang Pilpres 2024 kemarin, mendapat teror dari orang tak dikenal.

Dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) itu mengungkapkan, teror tersebut berupa panggilan telepon dari nomor asing yang mengaku sebagai anggota kepolisian. Kejadian itu dialami Zainal pada Jumat, 2 Januari 2026.

Peristiwa tersebut disampaikan Zainal melalui akun Instagram pribadinya, @zainalarifinmochtar. Dalam unggahannya, ia menampilkan tangkapan layar panggilan masuk dari nomor +6283817941429 yang membuatnya merasa janggal.

“Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP, jika tidak akan segera melakukan penangkapan,” kata Zainal dalam unggahan tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penelepon berbicara dengan intonasi berat dan bernada tegas, seolah-olah memiliki kewenangan resmi.

Menurut Zainal, kejadian serupa bukan kali pertama ia alami. Dalam beberapa hari terakhir, ia sudah dua kali menerima telepon tak dikenal dengan pola yang hampir sama. Meski begitu, ia mengaku tidak terpengaruh dan justru menanggapi santai.

Well, siapapun tau yang kayak beginian adalah penipuan dan enggak jelas,” ujarnya.

Zainal menilai maraknya modus penipuan semacam itu tak lepas dari lemahnya perlindungan data pribadi warga. Ia menyayangkan masih adanya ruang yang luas bagi para pelaku penipuan untuk beroperasi tanpa penindakan yang tegas.

Menurutnya, kebocoran dan jual beli data pribadi menjadi pintu masuk utama berbagai aksi penipuan yang menyasar masyarakat luas, termasuk kalangan akademisi.

Meski demikian, Zainal menegaskan dirinya tidak merasa takut dengan teror telepon tersebut. Ia juga mengaku tidak mengaitkan kejadian itu dengan sikap kritis atau pernyataan-pernyataannya terhadap pemerintah sebelum insiden terjadi.

Saat dikonfirmasi, Zainal menyatakan dirinya tidak menaruh kecurigaan adanya hubungan langsung antara teror itu dengan kritik-kritik yang pernah ia sampaikan.

Teror terhadap Zainal terjadi di tengah rangkaian intimidasi yang dialami sejumlah aktivis dan influencer dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, beberapa pihak yang vokal mengkritik penanganan bencana di Sumatera juga mengalami ancaman serupa.

Pemusik asal Aceh, Ramond Dony Adam alias D.J. Donny, misalnya, dilaporkan menerima kiriman bangkai ayam, surat bernada ancaman, hingga lemparan bom molotov. Influencer asal Aceh lainnya, Shery Annavita, juga mengaku menjadi sasaran teror berupa kiriman telur busuk dan aksi vandalisme terhadap kendaraannya.

Aksi intimidasi juga dialami Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Rumahnya dikirimi bangkai ayam disertai pesan ancaman. Teror tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Iqbal dalam mengkritik kebijakan dan kinerja pemerintah, khususnya terkait penanganan bencana di Sumatera. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version