
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah semakin masifnya ekspansi pasar modern, koperasi dinilai perlu mengambil peran lebih aktif dalam menjaga denyut ekonomi rakyat. Inilah yang ditegaskan Koperasi Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam agenda sosialisasi dan tindak lanjut program koperasi yang digelar di Yogyakarta, Kamis petang (22/1/2026).
Ketua Papera DIY, Drs. R. Widi Handoko, menegaskan koperasi harus hadir sebagai solusi nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.
“Koperasi Papera berkomitmen menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM harus diperkuat agar mampu bertahan dan berkembang di tengah gempuran pasar modern,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Menurut Widi Handoko, penguatan koperasi sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Prinsip kekeluargaan dan gotong royong menjadi landasan utama dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Ia menilai koperasi tidak boleh dipandang semata sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai gerakan sosial ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan bersama. Dalam konteks ini, Papera DIY memposisikan diri sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, khususnya bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Lebih lanjut, Widi Handoko menyoroti kondisi pasar tradisional yang kian terdesak. Persoalan klasik seperti keterbatasan modal, pengelolaan yang belum optimal, hingga kondisi fisik pasar yang kurang tertata dinilai menjadi faktor menurunnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat.
“Pasar tradisional harus dibenahi, baik dari sisi manajemen, modal, maupun kebersihan dan kenyamanan. Jika pasar bersih dan tertata, daya beli masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Melalui berbagai program strategis seperti pendampingan UMKM, penguatan toko desa, serta upaya revitalisasi pasar rakyat, Papera DIY berharap koperasi dapat kembali menjadi pilar utama ekonomi nasional. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan merata. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













