Beranda Daerah Wonogiri Penipu Gasak Jutaan Rupiah di Apotek Armada Selogiri Wonogiri, Ngaku Utusan Turnamen...

Penipu Gasak Jutaan Rupiah di Apotek Armada Selogiri Wonogiri, Ngaku Utusan Turnamen Bola Bikin Karyawan Terkecoh

Penipuan
Aksi penipuan terekam kamera cctv apotik Selogiri Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi penipuan kembali menyasar pelaku usaha di Wonogiri. Kali ini, Apotek Armada yang berada di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, menjadi korban ulah seorang pria misterius yang mengaku membawa urusan turnamen sepak bola.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Pemilik Apotek Armada, Rulita Dyah AP, mengungkapkan pelaku datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menemui karyawan apotek.

Menurut Rulita, pelaku lebih dulu memastikan identitas apotek dengan bertanya apakah benar itu milik dirinya. Setelah mendapat jawaban, pelaku mengaku dirinya sedang mengurus rapat persiapan turnamen sepak bola dan menyebut nama Rulita untuk meyakinkan karyawan.

“Dia bilang saya ikut rapat persiapan turnamen sepak bola. Karyawan jadi percaya karena pelaku tahu nama saya,” ujar Rulita kepada media, Senin (12/1/2026).

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menyampaikan bahwa Rulita bersedia memberikan sumbangan snack sebanyak 450 kotak dengan harga Rp12 ribu per kotak. Dengan dalih sudah ada kesepakatan, pelaku meminta karyawan mengambil uang di apotek.

Saat karyawan hendak menghubungi Rulita untuk memastikan, pelaku misterius dengan sigap berpura-pura menelepon menggunakan ponselnya sendiri. Dalam sambungan telepon itu, karyawan sempat mendengar suara perempuan yang dikira adalah suara pemilik apotek.

Pelaku lalu menyampaikan pesan seolah-olah dari Rulita, agar uang yang tersedia di apotek diserahkan terlebih dahulu, sementara sisanya akan ditransfer belakangan.

Baca Juga :  2 Orang Jadi Korban Kecelakaan di Kenteng Ngadirojo, Rush Adu Banteng dengan Panther

Untuk semakin meyakinkan, pelaku bahkan meminjam kalkulator dan menghitung ulang nilai sumbangan. Harga snack kemudian “diturunkan” menjadi Rp10 ribu per kotak, sehingga totalnya menjadi Rp4,5 juta.

“Dia tanya uang di apotek ada berapa. Anak-anak menghitung, ternyata hanya ada Rp1,5 juta,” jelas Rulita.

Tanpa curiga, karyawan akhirnya menyerahkan uang tunai Rp1,5 juta tersebut. Pelaku sempat mendokumentasikan penyerahan uang menggunakan ponselnya, lalu langsung pergi meninggalkan lokasi.

Tak lama setelah kejadian, karyawan mengirim pesan WhatsApp kepada Rulita, melaporkan bahwa uang telah diserahkan untuk keperluan snack turnamen sepak bola. Pesan itu tak ayal membuat Rulita kebingungan karena merasa tidak pernah memberikan instruksi tersebut.

“Pesan WA-nya membingungkan. Intinya bilang sudah menyerahkan uang Rp1,5 juta. Akhirnya saya telepon,” kata Rulita.

Setelah dilakukan klarifikasi lewat sambungan telepon, barulah karyawan menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan.

Rulita menambahkan, pelaku diketahui sangat paham identitas korban, mulai dari nama pemilik apotek hingga alamat rumah. Ia juga menduga pelaku tidak bekerja sendiri.

“Dia datang sendirian, tapi sempat menelepon perempuan yang pura-pura jadi saya. Plat nomor belakang motor tidak terpasang, helm dan masker tidak dilepas, dan CCTV tidak bisa menangkap jelas,” terangnya.

Baca Juga :  Munas VI PERSINAS ASAD 2026, Kantor PB Resmi Dibuka Target Cetak Pesilat Profesional Berkelas Dunia

Lebih lanjut, Rulita mengungkapkan bahwa modus serupa ternyata sudah sering terjadi, bahkan menimpa sejumlah pemilik apotek di luar Wonogiri. Informasi yang ia terima, kejadian serupa pernah terjadi di Solo, Sukoharjo, Klaten, hingga Karanganyar dengan dalih sumbangan snack untuk turnamen sepak bola.

“Modusnya sama persis. Artinya korbannya sudah banyak. Saya berharap tidak ada korban berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus penipuan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.