Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Perkelahian Berdarah di Kasihan Bantul, Mahasiswa 20 Tahun Tewas Ditusuk

Ilustrasi penusukan. Pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perkelahian berdarah di kawasan permukiman Kecamatan Kasihan, Bantul, berujung maut. Seorang mahasiswa berusia 20 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk, sementara terduga pelaku kabur dan kini diburu aparat kepolisian.

Insiden tersebut terjadi di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Korban diketahui berinisial AG, mahasiswa asal Desa Badawo, Kecamatan Wegee Muka, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB dan langsung ditangani oleh jajaran kepolisian setempat.

“Peristiwa perkelahian tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” ujar Rita.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun polisi, korban dan pelaku diketahui berasal dari daerah yang sama. Keduanya sempat berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dari arah selatan menuju utara gang. Polisi menduga keduanya berada dalam pengaruh minuman keras.

Saat melintas di dekat sebuah warung, sepeda motor yang dikendarai korban dan pelaku menabrak pohon tanjung kecil di pinggir jalan hingga keduanya terjatuh. Insiden tersebut diduga menjadi pemicu pertengkaran yang berujung perkelahian.

Dalam cekcok itu, korban sempat dipukul sebelum akhirnya pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban. Usai melakukan penusukan, pelaku dilaporkan mengamuk dan mengacungkan senjata tajam ke arah warga sekitar.

Warga yang panik memilih menjauh untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, pelaku memanfaatkan situasi untuk melarikan diri ke arah utara gang.

“Petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lapangan untuk mencari keberadaan terduga pelaku,” jelas Rita.

Pemeriksaan awal oleh Tim Inafis Polres Bantul bersama dokter dari Puskesmas Kasihan II menemukan luka tusuk pada bagian dada kiri korban dengan ukuran sekitar 2 x 1 sentimeter. Selain itu, terdapat luka di pelipis kiri yang diduga berasal dari benturan saat kecelakaan sebelum perkelahian terjadi.

“Polres Bantul masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku untuk mengungkap motif serta memastikan kronologi lengkap kejadian,” kata Rita.

Hingga kini, polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pencarian intensif terhadap pelaku yang melarikan diri usai kejadian. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version