Beranda Umum Nasional Satgas Rehabilitasi Sumatera Usulkan BLT untuk  Jaga Daya Beli Korban Bencana

Satgas Rehabilitasi Sumatera Usulkan BLT untuk  Jaga Daya Beli Korban Bencana

Ilustrasi banjir rob | pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah tengah mempertimbangkan skema bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Usulan tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.

Tito menilai bantuan tunai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di daerah terdampak agar aktivitas ekonomi tidak berhenti. Menurutnya, keberlangsungan perputaran uang menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kalau mereka diberikan BLT, otomatis mereka punya daya beli dan ini akan terjadi perputaran uang,” ujar Tito dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat di Aceh, Sabtu, 10 November 2026.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat sangat memengaruhi kecepatan pemulihan wilayah terdampak. Apabila aktivitas ekonomi melemah, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dikhawatirkan berjalan lambat.

Dalam rapat yang disiarkan melalui media sosial DPR RI tersebut, Tito juga menyinggung kondisi pasar di sejumlah daerah Sumatera yang mulai beroperasi kembali namun belum ramai pengunjung. “Yang beli sedikit, akhirnya komoditas busuk,” tuturnya.

Baca Juga :  Dino Patti Djalal: Jangan Hanya Jadi Mediator, Indonesia Harus Berani Kritik AS

Sebagai langkah konkret, Tito yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri mengusulkan agar korban bencana di Sumatera dapat memperoleh akses terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Program tersebut merupakan salah satu bentuk bantuan tunai yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Selain itu, ia mendorong pemberian akses jaminan sosial bagi warga terdampak, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa dibebani biaya iuran.

Tito optimistis kombinasi bantuan tunai dan jaminan sosial akan membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kita harus dorong masyarakat ini untuk menerima bantuan, untuk memperkuat daya beli,” ucap mantan Kapolri tersebut.

Sebagai informasi, banjir dan tanah longsor akibat Siklon Tropis Senyar melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.182 orang hingga Jumat (9/1/2025).

Dari total tersebut, sebanyak 544 orang meninggal di Aceh, 372 orang di Sumatera Utara, dan 264 orang di Sumatera Barat. BNPB juga melaporkan 145 orang masih dinyatakan hilang, masing-masing 32 orang di Aceh, 42 orang di Sumatera Utara, dan 72 orang di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Ancam Independensi dan Bisa Hancurkan Pers Indonesia, AJI Desak Pembatalan ART Indonesia-AS

Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat 238.627 orang, dengan rincian 214.084 orang di Aceh, 13.689 orang di Sumatera Utara, dan 10.854 orang di Sumatera Barat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring)

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.