Beranda Nasional Jogja Satu Kasus Super Flu Terdeteksi di Jogja, Dinkes Minta Warga Waspada

Satu Kasus Super Flu Terdeteksi di Jogja, Dinkes Minta Warga Waspada

Foto ilustrasi. Foto: Pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan penyakit yang dikenal sebagai Super Flu, yakni infeksi influenza dengan gejala lebih berat dan masa pemulihan yang relatif panjang.

Kewaspadaan tersebut menyusul ditemukannya satu kasus positif Super Flu pada warga Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, mengatakan kasus tersebut terdeteksi pada akhir September 2025 dan pasien kini telah dinyatakan sembuh.

“Setelah dilakukan telusur, satu kasus yang dinyatakan positif Super Flu itu terjadi di akhir September (2025). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan positif H3N2 subklad D,” ujarnya di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/26).

Lana menjelaskan, informasi mengenai status pasien sebagai warga Kota Yogyakarta baru dipastikan beberapa hari terakhir, meskipun kasusnya sendiri sudah terjadi beberapa bulan lalu. Temuan tersebut diperoleh melalui sistem pemantauan penyakit menular yang dijalankan di rumah sakit rujukan.

Menurutnya, istilah Super Flu tidak merujuk pada virus baru, melainkan infeksi influenza yang menunjukkan durasi sakit lebih lama dan keluhan yang lebih berat dibandingkan flu musiman.

Baca Juga :  Pria Lansia di Kulonprogo Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Pohon Petai China

“Secara umum gejalanya mirip, tapi durasi waktunya lebih panjang. Saya sendiri sempat mengalami, butuh waktu 8 sampai 10 hari baru bisa sembuh sempurna,” ungkapnya.

Dinkes mencatat sejumlah gejala yang kerap muncul pada penderita, antara lain demam tinggi secara mendadak, rasa lemas yang ekstrem, nyeri otot dan sendi, sakit kepala berat, serta batuk yang bertahan lama dan sulit reda.

“Ini sifatnya self-limiting disease, artinya bisa sembuh sendiri tergantung kekuatan daya tahan tubuh kita. Namun karena menyerang saluran pernapasan, pada kondisi tertentu bisa berbahaya jika masuk ke paru-paru,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi potensi penyebaran, Dinkes Kota Yogyakarta terus melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang memonitor 24 jenis penyakit berpotensi wabah selama 24 jam.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama saat berada di ruang publik atau kerumunan. Lana menekankan pentingnya kewaspadaan karena penularan influenza terjadi melalui droplet atau percikan udara.

Baca Juga :  Tiap Malam Jumat, Pemuda di Dlingo Bantul Ini Punya “Ritual” Mencuri Pakaian Dalam!

“Penularannya lewat droplet atau percikan udara saat berbicara, batuk, atau bersin. Jika merasa daya tahan tubuh sedang turun, sebaiknya gunakan masker dan segera beristirahat jika mulai merasakan gejala,” pungkasnya. [*]Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.