Beranda Daerah Wonogiri Tebar 60 Ribu Benih Lele di Selogiri, Program Ikan Tematik Wonogiri Disiapkan...

Tebar 60 Ribu Benih Lele di Selogiri, Program Ikan Tematik Wonogiri Disiapkan Jadi Mesin Uang Desa

Ikan
Peternakan ikan lele di Desa Kepatihan Kecamatan Selogiri Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Wonogiri mulai menggerakkan roda ekonomi desa melalui program Budidaya Ikan Tematik di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri. Program ini langsung tancap gas dengan penebaran 60.000 ekor benih ikan lele di puluhan kolam milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menandai langkah serius penguatan sektor perikanan berbasis desa.

Program tersebut digulirkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) Wonogiri dengan dukungan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 60.000 benih lele ditebar di 24 kolam terpal bulat berdiameter empat meter yang telah disiapkan secara khusus untuk budidaya intensif.

Kepala DKPKP Wonogiri, Sutardi, menyebut ikan lele dipilih karena memiliki masa panen relatif cepat, perawatan mudah, dan pasar yang stabil. Selain ditujukan untuk meningkatkan pendapatan warga desa, hasil budidaya ini juga diarahkan untuk menopang kebutuhan protein hewani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Sutardi, budidaya lele di tingkat desa membuka peluang ekonomi yang luas karena permintaan pasar yang terus ada. Dengan pengelolaan yang tepat, desa tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki posisi tawar dalam rantai pasok perikanan.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Pabrik Ban PT Matahari Tire Indonesia Dibuka Di Wonogiri, Ini Peluang Emas Masuk Industri Besar!

Dari sisi pemasaran, Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Wonogiri, Wahyu Widayati, menekankan pentingnya peran koperasi dalam mengelola hasil panen. Ia menilai keberhasilan program tidak cukup hanya berhenti pada produksi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan dan distribusi yang terencana.

Wahyu mendorong agar hasil budidaya lele tidak hanya dijual dalam kondisi segar, melainkan dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh anggota koperasi dan masyarakat desa secara keseluruhan.

Apresiasi juga datang dari Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Heru Utomo. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan kelembagaan ekonomi desa di Desa Kepatihan berjalan solid. Menurutnya, pengelolaan bantuan yang tepat akan menjadikan KDMP sebagai penggerak utama ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga :  Tak Libur, Daftar Menu MBG saat Ramadan 2026, Diklaim Tahan 12 Jam

Program Budidaya Ikan Tematik di Desa Kepatihan diproyeksikan menjadi contoh pengembangan ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan lintas sektor serta keterlibatan aktif koperasi, program ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara nyata dan terukur. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.