Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Tebing Longsor Hantam Rumah Warga Pule Wonogiri, Dapur Ambruk Kerugian Tembus Puluhan Juta

Longsor

Material longsor menerjang rumah warga di Pule Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri. Dok. Kodim 0728 Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kali ini, longsor terjadi di Dusun Pule, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kamis (1/1/2026), dan menghantam rumah warga hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Rumah milik Tukiman (63) yang berada di RT 001/RW 005 Dusun Pule menjadi sasaran amukan longsoran tanah dari tebing di belakang bangunan. Material longsor menghantam langsung dinding dapur bagian belakang, membuat area tersebut tidak bisa digunakan dan berpotensi membahayakan penghuni rumah.

Berdasarkan keterangan di lokasi, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga tanah di sekitar tebing menjadi labil dan akhirnya ambrol. Benturan material tanah menyebabkan dinding dapur retak hingga roboh sebagian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta. Beruntung, saat longsor terjadi tidak ada aktivitas di dapur, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Jumat (2/1/2026), Pelda Bambang, personel TNI dari Koramil 07/Tirtomoyo, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi rumah terdampak longsor di Pule. Ia memastikan situasi aman namun mengingatkan bahwa bangunan belum layak digunakan sebelum dilakukan penanganan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, material longsor yang menimpa dinding rumah membuat kondisi bangunan, khususnya dapur, tidak dapat digunakan sementara waktu,” jelas Pelda Bambang di lokasi kejadian.

Pihak TNI bersama pemerintah desa dan instansi terkait langsung melakukan koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan. Salah satu langkah cepat yang direncanakan adalah pelaksanaan karya bakti guna membersihkan material longsor dan memperkuat area terdampak.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait. Rencana karya bakti dijadwalkan pada Sabtu, 3 Januari 2026,” tambahnya.

Peristiwa longsor di Pule Tirtomoyo ini menjadi pengingat serius bagi warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing rawan longsor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan retakan tanah, serta segera melapor ke perangkat desa atau pihak berwenang jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, guna mencegah risiko yang lebih besar. Aris Arianto

Exit mobile version