
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — AI untuk pendidik melalui program AI Goes To School (AIGTS), sukses digelar di Aula Utama MAN 2 Kota Surakarta, pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini terlaksana atas kerja saman Kantor Kemenag Kota Surakartadengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Soloraya. AIGTS adalah sebuah program unggulan dari Mafindoyang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org , AVPN , dan Asian Development Bank (ADB).
Sebanyak 70an guru yang berasal dari Raudzatul Athfal (TK/Paud), MI, MA/SMA/SMK di Kota Surakarta, hadir di Aula Utama MAN 2 Surakarta mengikuti pelatihan yang menghadirkan dua orang trainer Mafindo, masing-masing Adriana Grahani Firdausy dan Mochammad Adib Ilham Ali. Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk memahami Teknologi KA, Etika dalam pemanfaatan KA, Manajemen Prompt, Pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, Pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta Pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan Administrasi.
Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta dalam sambutannya yang diwakili oleh Kasubbag TU, Bagus Sigit Setiawan SH, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Mafindo menyelenggarakan Kelas Kecerdasan Artifisial untuk para guru di bawah Kemenag. “Kerja sama dengan Mafindo ini sudah lama kami dambakan. Apa yang kita pelajari hari ini yang sejalan dengan visi Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu, bahwa Islam itu mesti relevan pada tiap zaman dan tempat. Hari ini AI menjadi perbicangan luas, karena itu insan Kemenag khususnya Madrasah harus paham tentang kegunaan berikut dampak samping yang tidak kita inginkan,” ungkap Bagus dalam sambutannya.
Di bagian lain, Kepala MAN 2 Surakarta, Dr Lanjar Utami, M.Pd mengaku gembira dengan kegiatan AIGTS, “Kami sangat berterima kasih kepada Kantor Kemenag Surakarta yang telah memilih MAN 2 sebagai tempat untuk melaksanakan tolabul ilmi. Kami juga berharap semoga Mafindo tetap menjadi khoirunnas anfa’uhum linnasyaknidapat terus memberi kebermanfaatan untuk seluruh umat.”

AIGTS mengimplementasikan model belajar asinkronus, di mana peserta dapat belajar dalam kesempatan yang berbeda, menyesuaikan dengan waktu masing-masing. Pada pelatihan Rabu, peserta mendapat arahan terkait modul oleh trainer dan juga pendampingan dalam mengakses LMS oleh para co-trainer, di platform https://institute.mafindo.or.id.
Mengomentari pelatihan ini Iba, dari RA Palma mengatakan, “Pelatihan ini membawa manfaat yang banyak sekali untuk saya pribadi maupun lembaga kami. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa ternyata ada banyak sekali tools AI yang bisa bermafaat untuk anak didik kami.”
Sementara itu, Guru Mapel Kimia, Mar’atul Antiyah, tak kalah antusias dengan AIGTS. “Sebelumnya kami hanya paham AI itu ada ChatGPT dan Gemini, dan pemanfaatannya hanya itu-itu saja. Tapi di pelatihan ini, kami bisa mengenal ternyata AI bukan cuma dua itu saja. Masih banyak lagi tools yang ternyata bisa dipakai untuk meringankan tugas para guru dalam membuat desain pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif,” ujar guru MA Al Islam Jamsaren Surakarta ini.
Setelah mengikuti pelatihan di kelas, para peserta melanjutkan proses belajar secara mandiri di LMS dengan mempelajari modul, kuis dan tugas-tugas yang telag disiapkan para trainer. Nantinya mereka akan mendapatkan sertifikat senilai 20 JP.
AI Goes To School merupakan program unggulan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. Selain program anti-hoaks, MAFINDO juga aktif dalam inisiatif pendidikan dan literasi digital, termasuk program AI Goes To School , untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap tantangan era digital. Erwina
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














