Site icon JOGLOSEMAR NEWS

1.200 Sudah Tiba di Jakarta, Agrinas Siap Tunda Impor Pikap dari India Sesuai Permintaan DPR

Logo Koperasi Desa Merah Putih / youtube

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan siap menunda impor pikap dari India untuk kepentingan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sesuai permintaan DPR RI.

Sekalipun demikian, meski ramai penolakan impor tersebut, sebanyak 1.200 unit mobil pikap Mahindra Scorpio sudah tiba di Jakarta pada 12 Februari 2026 lalu.

“Sudah tiba 1.200 unit Mahindra,” ujar Dirut Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota.

Pernyataan itu disampaikan Joao saat merespons permintaan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta agar rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa Merah Putih ditunda terlebih dahulu.

“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” ujar Joao di Jakarta, Senin (23/2/2026), seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, rencana impor tersebut telah diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd., melalui laman resminya pada 4 Februari 2026. Perusahaan itu menyatakan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia.

Tak lama berselang, Tata Motors Limited juga mengumumkan rencana ekspor 70.000 unit kendaraan ke Indonesia.

Konfirmasi resmi dari pihak Indonesia kemudian disampaikan Joao pada 20 Februari 2026. Ia memastikan total impor mencapai 105.000 unit, yang terdiri atas 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra and Mahindra, 35.000 unit pikap 4×4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari perusahaan yang sama.

Rencana pengadaan kendaraan dalam jumlah besar itu pun mendapat dukungan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam konferensi pers APBN KiTa pada Senin (23/2/2026), Purbaya menjelaskan pembiayaan impor tersebut akan dilakukan melalui skema pinjaman dari bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dengan dukungan kas negara sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun.

Namun di sisi lain, kebijakan impor ini menuai sorotan dari sektor industri dalam negeri. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan Indonesia sejatinya telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri.

Menurut Agus, jika kebutuhan 70.000 unit pikap 4×2 dipenuhi dari produksi dalam negeri, potensi dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) dapat mencapai sekitar Rp 27 triliun. Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa industri otomotif nasional memiliki kapasitas sekaligus memberi nilai tambah signifikan bagi perekonomian.

Sementara itu, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa penundaan perlu dilakukan karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Menurut Dasco, Presiden akan membahas secara rinci rencana impor tersebut setelah kembali ke Tanah Air, termasuk meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan industri otomotif dalam negeri.

“Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian,” ujar Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Dengan dinamika tersebut, realisasi impor 105.000 unit kendaraan untuk program Koperasi Desa Merah Putih kini berada dalam tahap evaluasi, menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden dan keputusan resmi pemerintah. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version