Beranda Umum Nasional Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, DPR Tak Diajak Koordinasi

Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, DPR Tak Diajak Koordinasi

Tampak depan gedung DPR RI | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Heboh dengan hadirnya ribuan mobil pikap dari di Jakarta dari total 105.000 yang diimpor dari India, ternyata diam-diam PT Agrinas Pangan Nusantara tidak melakukan koordinasi dengan DPR RI terlebih dulu.

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyebut pihaknya tidak pernah mendapatkan penjelasan rinci mengenai jenis kendaraan yang akan dibeli untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Padahal, Agrinas merupakan mitra kerja Komisi VI DPR sehingga setiap rencana pengadaan bernilai besar seharusnya disampaikan lebih dulu.

“Agrinas tidak pernah menyebutkan jenis dan kualifikasi kendaraan Kopdes Merah Putih,” kata Herman Khaeron di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, sebelumnya memang sempat memaparkan rencana penggunaan anggaran Kopdes Merah Putih dalam rapat dengar pendapat bersama DPR. Namun dalam pemaparan tersebut hanya disebutkan secara umum bahwa dana akan digunakan untuk pembangunan gerai, modal kerja, serta penyediaan sarana dan prasarana termasuk transportasi.

Menurut Herman, rincian belanja transportasi tersebut tidak pernah dibahas lebih lanjut bersama DPR. Informasi mengenai kendaraan pikap justru pertama kali diketahui publik melalui pemberitaan media dan perbincangan di media sosial setelah unit kendaraan dilaporkan tiba di Jakarta.

Baca Juga :  Ambang Batas Parlemen Masih Jadi Perdebatan di DPR

Ia menilai nilai proyek pengadaan kendaraan tersebut sangat besar sehingga semestinya mendapatkan pembahasan terlebih dahulu dengan DPR. “Anggaran ini besar sekali, semestinya dibahas dulu dengan DPR,” ujarnya.

Informasi mengenai pengadaan kendaraan pikap tersebut sebelumnya diumumkan oleh produsen otomotif India. Mahindra and Mahindra Ltd. menyatakan akan memasok 35.000 unit pikap Scorpio untuk Indonesia. Tidak lama berselang, Tata Motors Limited juga mengumumkan rencana pengiriman tambahan sebanyak 70.000 unit kendaraan pikap.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota dalam konferensi pers pada 24 Februari menjelaskan bahwa kendaraan berpenggerak empat roda tersebut disiapkan untuk sekitar 70 ribu Kopdes Merah Putih. Mobil pikap akan digunakan terutama untuk mengangkut hasil panen petani menuju pasar agar rantai distribusi menjadi lebih singkat.

Ia mengaku pada awalnya sempat mempertanyakan kebutuhan kendaraan tersebut bagi koperasi desa. “Tetapi, setelah saya coba memahami, ternyata keinginan Bapak Presiden itu bagaimana bisa menghubungkan petani langsung dengan konsumen sehingga terjadi fair price,” kata Joao.

Baca Juga :  Kemenag Pastikan Zakat Tak Bakal Diotak-atik untuk Program MBG

Menurut Joao, harga kendaraan pikap di dalam negeri dinilai terlalu mahal. Ia menyebut harga kendaraan 4×4 yang tercantum dalam e-katalog bisa mencapai Rp 528 juta per unit, sementara kendaraan dengan spesifikasi lebih rendah pun masih dianggap tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi petani.

Karena itu Agrinas memilih mengimpor kendaraan dari India yang dinilai lebih ekonomis. Selain faktor harga, kendaraan tersebut juga disebut memiliki kapasitas angkut yang cukup besar hingga sekitar 1,2 ton sehingga diharapkan mampu menunjang kegiatan distribusi hasil pertanian di tingkat desa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.