JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Konferensi pers perjanjian dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat yang digelar di Washington D.C. justru memantik perhatian publik bukan hanya karena substansi kesepakatan, tetapi juga lantaran suara bisikan pejabat tinggi yang tertangkap siaran langsung.
Dalam tayangan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat, terdengar ucapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mempertanyakan kehadirannya di forum tersebut.
Momen itu terjadi setelah sesi pemaparan hasil kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat berakhir. Dalam konferensi pers tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani secara bergantian menjelaskan detail perjanjian. Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, juga turut menyampaikan keterangan.
Setelah sesi tanya jawab ditutup oleh Airlangga, kamera masih menyorot area podium. Pada saat itulah Teddy yang berdiri di sisi belakang terlihat menoleh ke arah Rosan. Dalam percakapan singkat yang cukup jelas tertangkap mikrofon, Teddy terdengar berkata, “Ini ngundang saya cuma buat dipajang?”
Ucapan tersebut bahkan terdengar diulang, diduga karena respons dari lawan bicaranya tidak langsung terdengar. Namun percakapan selanjutnya tak sempat terekam secara utuh karena siaran langsung segera diakhiri.
Hingga berita ini ditulis, baik Teddy maupun Rosan belum memberikan klarifikasi atas pernyataan yang telanjur tersebar luas di ruang publik tersebut.
Adapun konferensi pers itu digelar usai penandatanganan perjanjian dagang resiprokal antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington D.C. Kesepakatan tersebut menetapkan tarif produk Indonesia yang masuk ke pasar AS sebesar 19 persen.
Pertemuan bilateral kedua kepala negara berlangsung sekitar 30 menit setelah agenda Board of Peace. Meski fokus utama forum adalah kerja sama perdagangan, potongan suara yang terekam di akhir siaran justru menjadi perbincangan tersendiri dan memunculkan tanda tanya mengenai dinamika internal dalam forum resmi tersebut. [*]
