Site icon JOGLOSEMAR NEWS

DPR RI Sriyanto Saputro Fokus Perbaikan Jalan di Sragen, Bupati Sigit Sibuk Ambisi Kejar Rekor Muri Lewat Festival Sambel Tumpang, Warganet: Ora Sambel Tumpang Sing diurusi dalan dalan sing welek iku Iho diperhatikan

Bupati Sragen Sigit Pamungkas (Kiri) menggelar acara festival sambel tumpang sedangkan Sriyanto Saputro DPR RI Fraksi Gerindra (Kanan) syukuran jalan penghubung Desa Kalikobok - Bonagung, Tanon, Sragen pada Minggu (15/2/2026) Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Anggota DPR RI Sriyanto Saputro dari fraksi Gerindra menggelar tasyakuran bantuan aspirasi perbaikan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) Desa Kalikobok menuju Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Minggu (15/2/2026) pagi.

Syukuran tersebut dilakukan bersama ribuan masyarakat setempat dengan cara jalan kaki sepanjang 2 Km lebih dari Desa Bonagung menuju ke Desa Kalikobok potong tumpeng dan pita untuk menandakan jalan ruas Kalikobok- Bonagung resmi dibuka bisa dilewati masyarakat. Perlu diketahui jalan antar desa tersebut sejak puluhan tahun tidak pernah disentuh bantuan pembangunan.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas (Kiri) menggelar acara festival sambel tumpang sedangkan Sriyanto Saputro DPR RI Fraksi Gerindra (Kanan) syukuran jalan penghubung Desa Kalikobok – Bonagung, Tanon, Sragen pada Minggu (15/2/2026) Huri Yanto

Ditemui JOGLOSOMARNEWS.COM Sriyanto Saputro disela-sela acara syukuran menyampaikan bahwa jalan ruas Kalikobok-Bonagung menurutnya memang puluhan tahun tidak pernah disentuh perbaikan.

“Ya ini bukan peresmian, tapi kita syukuran atas dibangunnya jalan ruas Kalikobok-Bonagung jalan ini sejak bahulak sejak orba tidak dibangun, ini setatusnya jalan kabupaten rusak parah,” kata Sriyanto Saputro.

Kehadiran anggota DPR RI Komisi V, Sriyanto Saputro, menjadi kunci di balik transformasi ini. Sriyanto menceritakan bahwa dirinya pertama kali “menangkap” keresahan warga saat menghadiri turnamen sepak bola di desa setempat.

“Saya cek langsung bersama Muspika, ternyata kondisinya memang parah. Ini jalan kabupaten yang sudah rusak sejak zaman Orba. Lewat fungsi aspirasi, saya dorong agar negara hadir di sini,” bebernya.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas (Kiri) menggelar acara festival sambel tumpang sedangkan Sriyanto Saputro DPR RI Fraksi Gerindra (Kanan) syukuran jalan penghubung Desa Kalikobok – Bonagung, Tanon, Sragen pada Minggu (15/2/2026) Huri Yanto

Bagi Sriyanto, pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan semen dan beton. Kualitasnya pun tak main-main, Lean Concrete (LC) 10 cm dengan cor beton setebal 20 cm. Ia berharap infrastruktur ini menjadi urat nadi baru untuk menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Di sela-sela syukuran, Sriyanto juga menitipkan pesan edukasi politik yang menohok. Ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih wakil rakyat.
“Masyarakat harus paham pentingnya memiliki wakil rakyat yang mau memikirkan wilayahnya secara berkelanjutan, bukan sekadar pragmatis lewat ‘tembakan amplop’ saat pemilu. Ini adalah bukti nyata kerja parlemen,” tambahnya.

Terkait sisa ruas Kalikobok hingga Gading yang belum tersentuh, Sriyanto meminta warga bersabar. “Akan saya pikirkan ke depan, tapi tentu butuh waktu karena pembangunan di Sragen harus dibagi rata,” katanya.

Terpisah kepala Desa Kalikobok, Widoyo menyampaikan bahwa sejak era Bupati R. Bawono hingga silih bergantinya kepemimpinan di Sragen, jalan sepanjang lebih dari 2 kilometer tersebut seolah terlupakan. Warga setempat akrab menyebutnya sebagai jalur “jeglong-jeglong” (berlubang parah). Jangankan kendaraan logistik, mobil pribadi pun kerap nyanggrok (tersangkut) jika nekat melintas.

“Alhamdulillah, setelah koordinasi panjang, jalan ini dibangun dengan anggaran Rp 8,39 miliar dari APBN. Ini salah satu yang terbesar di Sragen. Sekarang jalannya gilar-gilar (mengkilap/mulus), sampai warga menyebutnya ‘Jalan Tol Kalikobok,” bebernya.

Kini, tugas warga Kalikobok dan Bonagung adalah menjaga jalan baru mereka. Widoyo pun telah mewanti-wanti warganya agar lebih waspada, terutama mengawasi anak-anak saat bermain di jalan yang kini mulus layaknya jalan tol tersebut.

Sementara itu, meski menggelar syukuran atas selesainya pembangunan jalan Kalikobok- Bonagung Tanon yang disebut sebut oleh warga sebagai jalan Tol itu ternyata tidak dihadiri bupati Sragen Sigit Pamungkas.
Diketahui bupati Sragen memilih menggelar acara festival sambel tumpang di halaman Pemkab Sragen untuk mengejar rekor Muri kategori sajian sambal tumpang.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas tampil penuh semangat saat memasak sambal tumpang. Dengan gaya yang merakyat, ia sempat berseloroh saat sambutan. “Ambil satu-satu dulu, kalau kurang nanti bisa nambah,” ucapnya l

Menurut Sigit, sambal tumpang bukan sekadar urusan perut. Ia menegaskan bahwa kuliner ini adalah fondasi kesehatan masyarakat. “Sambal tumpang adalah bagian dari ketahanan keluarga. Ada protein dari kedelai, tahu, dan tempe. Ini adalah bagian dari menjaga ketahanan gizi anak-anak kita,” tuturnya.

Dia pun meyakini bahwa 200 persen warga Sragen pasti sudah akrab dengan cita rasa pedas-gurih ini sejak kecil. “Tidak hanya orangnya, bayang bayangnya juga ikut makan sambal tumpang,” guraunya.

​Suasana semakin meriah dengan kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji. Pulang kampung kali ini terasa spesial bagi sang menteri. Didampingi istri, ia bahkan didapuk untuk unjuk kebolehan memasak sambal tumpang di hadapan publik.

​”Saya ke sini mau menikmati makan sambal tumpang. Saya diminta masak, didampingi istri saya, tapi sebenarnya saya lebih ingin ngobrol santai dengan warga,” ujar Wihaji sembari menjanjikan hadiah bagi peserta.

​Wihaji menekankan bahwa festival ini memiliki nilai strategis, terutama dalam membangun ekonomi kerakyatan dan mempererat hubungan keluarga di tengah gempuran teknologi.

“Acara seperti ini penting, minimal warga tidak pegang HP terus. Masak bareng, makan bareng keluarga. Membangun keluarga itu dimulai dari hal terkecil, salah satunya lewat ngobrol saat masak sambal tumpang,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan di media sosial Sragen festival sambel tumpang yang diadakan Pemkab Sragen justru mendapat berbagai komentar negatif dari masyarakat Sragen di Facebook.
Salah satu akun bernama Gareng Nisa menuliskan “Penjabat cuman ngurus badokan coba suruh keliling ke Plosok jalan banyak yg rusak ganti bopati Yo Podo AE tiwas aku milih,” tulisnya.

Hal senda juga disampaikan oleh akun Facebook Sido Mukti berkomentar “ORA sambel tumpang sing di urusi dalan dalan sing welek iku lho di rampungke,” tulisnya.

Tak hanya itu saja pemilik akun Darmadi Admaja juga berkomentar yaitu “DALAN RUSAK PARAH KAE LO PIKIRNO, KESLAMETAN WARGAMU LUWIH UTAMA. OJO GUR GOLEK SENSASI AE,” keluhnya.

Akun Facebook Purna Irawan juga berkomentar “Saran🙏 Mending Prioritas perbaikan Infrastutur dulu Ndak Usah Acara lain2 Terutama Jln.Monggo baru Acara Lainya monggo klo Sudah Baik semua jlnya,Sragen kota aja banyak jln jelek apa lagi Yg Sedulu2 sragen pinggiran Masih Banyak jln jelek😁,” tulisnya.

Akun Pay Cobret juga memberikan kritik pada Pemkab Sragen soal acara festival sambel tumpang, ia menuliskan “Sing luwih penting okeh pak masalah Mbadog skip Sik..jare perubahan dalan wis viral Kabeh Ra digagas,” keluhnya.

Pemilik akun Hero Nusa juga berkomentar “sebenarnya SRAGEN PUNYA BUPATI GAK sih ????? Masalah KEADILAN masalah infrastruktur ,,masalah Kesejahteraan masyarakat dan masih banyak masalah2 yg lain MALAH YG DI PENTINGIN CUMAN SAMBEL TUMPANG 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️ kalian itu di gaji gede,,kerjanya main main,” keluhnya.

Terpisah terlihat juga emak emak viral Sragen Tri Wulandari juga memberikan kritik pedas pada bupati Sigit Pamungkas, ia menuliskan “Sigit Pamungkas lihat komentar para wargamu yg butuh kemajuan sragen,” ujarnya. Huri Yanto

Exit mobile version