Beranda Nasional Jogja Duel Senjata Tajam di Bantul Makan Korban, Polisi Amankan Pemuda 21 Tahun

Duel Senjata Tajam di Bantul Makan Korban, Polisi Amankan Pemuda 21 Tahun

ilustrasi penganiayaan marbot masjid oleh pencuri kotak amal
Ilustrasi penganiayaan / Foto:JSnews

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi saling tantang yang diduga dipicu komunikasi melalui pesan singkat berujung perkelahian berdarah di Jalan Imogiri–Siluk Mojohuro, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Senin (9/2/2026). Dua pemuda mengalami luka setelah salah satunya diduga mengayunkan senjata tajam dalam duel tersebut.

Peristiwa itu terjadi di simpang empat selatan SMP Negeri 2 Imogiri. Seorang warga berinisial S (38) yang sedang makan di pinggir jalan mengaku melihat keributan mendadak melibatkan sejumlah pemuda.

“Saat itu, S melihat beberapa pemuda yang tiba-tiba datang dan terlibat perkelahian. Dalam peristiwa tersebut terlihat ada salah satu pemuda yang membawa senjata tajam dan mengayunkan ke lawannya,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto kepada wartawan.

Sontak, S berteriak “klithih-klithih” untuk memancing perhatian warga sekitar. Teriakan itu membuat warga keluar rumah dan situasi menjadi ricuh. Terduga pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi.

Baca Juga :  Prambanan–Purwomartani Dibuka Lebaran 2026, Skema Buka-Tutup Exit Disiapkan

Korban dalam kejadian tersebut diketahui berinisial B (21), warga Sriharjo, dan E (20), warga Pleret. Keduanya mengalami luka akibat perkelahian itu.

“Identitas korban yakni B (21), warga Kalurahan Sriharjo dan E (20), warga Kalurahan Pleret,” jelas Rita.

B mengalami luka robek pada jari tangan setelah berusaha menangkis sabetan golok atau bendo. Sementara E menderita luka memar di bagian paha dan punggung.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian. Petugas bergerak cepat dan mengamankan seorang pemuda berinisial DAS (21), warga Kapanewon Imogiri, yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Dari hasil pendalaman sementara, polisi mengungkap bahwa terduga pelaku dan korban ternyata memiliki hubungan pertemanan lama semasa SMP, meski berbeda kelas namun masih satu angkatan di Imogiri.

“Saat ditelusuri, sebelum kejadian antara kedua belah pihak (terduga pelaku dan korban) sudah berkomunikasi dengan melalui chating yang pada intinya saling menantang untuk melaksanakan duel,” beber Rita.

Baca Juga :  Sudah ASN, Ratusan Guru PPPK di Sleman Masih Digaji di Bawah UMK

Polisi masih mendalami motif lebih lanjut dan mengamankan barang bukti terkait insiden tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.