SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sempat viral proyek talut irigasi di wilayah Gondang-Toyogo, Sambungmacan, Sragen beberapa waktu lalu ambrol. Akhirnya sudah diperbaiki kembali. Pihak pengawas atau mandor mengklaim talut tersebut ambrol bukan karena kualitas buruk, tapi karena tergerus banjir.
Pada JOGLOSOMARNEWS.COM pihak mandor proyek talud di Gondang bernama Daffa menjelaskan bahwa insiden ambrolnya talut terjadi pada akhir pekan lalu. Saat itu, wilayah Kecamatan Gondang dan Sambungmacan diguyur hujan sangat deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
Menurut Daffa, air dari selokan sawah di sebelah proyek tidak berfungsi optimal. Sehingga debit air melimpas ke jalan dan menghantam konstruksi talud yang baru saja berdiri. Airnya dari sawah dan selokan yang tidak jalan, langsung menerjang talut. Akibatnya talut diterjang banjir dan ambrol.
“Iya tapi secara fisik, betonnya masih utuh seperti papan, tidak hancur lebur. Ini membuktikan kualitas campurannya sebenarnya bagus, kalau tidak bagus pasti sudah ambyar,” kata Daffa.
Berbeda dengan estimasi awal warga, pihaknya menyebutkan bahwa titik kerusakan berjumlah tiga titik dengan total panjang mencapai kurang lebih 50 meter. Pihak pelaksana pun menepis tuduhan tersebut.
Meski sempat terkendala libur awal puasa, Daffa memastikan bahwa proses perbaikan (rekonstruksi) telah dilakukan sejak hari Minggu, sehari setelah kejadian. Hingga saat ini, pihak pekerja terus mengebut perbaikan agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi normal.
Masyarakat meminta pekerjaan proyek tersebut agar lebih kuat dan aman untuk jangka panjang. Maka perlu di perhatikan oleh pemkab apakah sudah sesuai perhitungan untuk jangka panjang. Jangan ada pekerjaan irigasi yang belum belum satu tahun sudah pada rusak. Bila perlu menggunakan yudit beton 80x80x120 yang K 400 mengapa tidak di gunakan.
Dia mengklaim bahwa secara struktur utama, bagian yang ambrol sudah berhasil dipasang kembali.
“Status Terkini Konstruksi fisik sudah berdiri kembali, Saat ini pekerja tinggal melakukan proses ngeban (pemberian lapisan semen halus/pelapis) di bagian atas talud. Dipastikan selesai dalam waktu dekat agar tidak terganggu jika hujan kembali turun,” ujarnya. Huri Yanto
