Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Hujan Deras Picu Longsor di Ngawen, Rumah dan Jalan Rusak Parah

Ilustrasi banjir rob | pixabay

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Derasnya hujan yang mengguyur kawasan perbukitan utara Gunungkidul kembali memakan korban infrastruktur. Tebing ambrol dan banjir lumpur menerjang permukiman warga di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Selasa (17/2/2026) sore, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Material batu dan lumpur yang terbawa longsoran dari tebing menghantam jalan kampung serta mengalir di tengah rumah-rumah warga Padukuhan Jono dan Banteng Wareng. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wilayah Tancep sendiri berada di zona perbukitan Baturagung dengan kontur bergelombang hingga curam. Struktur tanah berupa lempung bercampur batuan membuat kawasan ini rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Banyak rumah berdiri di lereng maupun kaki tebing, sehingga rentan terdampak pergerakan tanah maupun luapan aliran air hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sebanyak 25 warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Benar ada longsor dan sejumlah warga mengungsi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Edy Winarta saat dihubungi wartawan melalui telepon Selasa malam.

Edy menjelaskan, selain di Tancep, bencana serupa juga terjadi di sejumlah titik lain di Gunungkidul. Longsor dan banjir dilaporkan terjadi di Padukuhan Suru sebanyak tiga lokasi, Desa Beji empat lokasi, Desa Semin dua lokasi, serta Desa Jurangjero dua titik.

Data sementara menunjukkan terdapat dua lokasi pengungsian, yakni di Kalurahan Tancep dan Balai Padukuhan Wonosari di Kalurahan Jurangjero.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Edy.

BPBD Gunungkidul langsung menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, matras, dan selimut bagi para pengungsi.

“Untuk tambahan bantuan nanti menunggu perkembangan di lokasi,” ucap Edy.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo, menyampaikan bahwa beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Tidak hanya hunian, akses jalan serta fasilitas lingkungan di Padukuhan Jono juga terdampak cukup parah akibat terjangan material longsor.

Kondisi geografis perbukitan utara Gunungkidul yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memang dikenal memiliki risiko hidrometeorologi tinggi saat musim hujan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di kawasan rawan longsor. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version