WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan rintik yang mengguyur sejak pagi, Jumat (13/2/2026), tak mampu mematahkan semangat warga Kecamatan Baturetno Wonogiri. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, ratusan warga tetap turun ke lapangan melaksanakan aksi kebersihan massal secara serentak di 13 desa se-Kecamatan Baturetno. Pemandangan gotong royong terlihat di berbagai sudut wilayah, mulai dari saluran air, bahu jalan, hingga halaman rumah warga.
Gerakan ini diprakarsai langsung oleh Camat Baturetno, Hery Indrastiyono, sebagai langkah konkret menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Seluruh unsur terlibat, mulai dari aparat kecamatan, perangkat desa, Forkopimcam, hingga masyarakat dari berbagai RT dan RW. Tidak ada yang berpangku tangan, semua bergerak.
Berdasarkan pantauan langsung, hujan yang turun justru menjadi pengingat bahwa musim penghujan adalah momen paling rawan munculnya genangan dan penyebaran penyakit. Karena itu, aksi dilakukan serentak dan menyebar di masing-masing desa agar titik-titik rawan bisa langsung ditangani tanpa menunggu instruksi lanjutan.
Gerakan K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban) kali ini difokuskan pada beberapa langkah strategis:
🔹 ✓ Pembersihan saluran air untuk mencegah penyumbatan drainase akibat sampah kiriman dan endapan lumpur
🔹 ✓ Penataan dan pemangkasan tanaman yang mengganggu kabel listrik serta pandangan pengguna jalan
🔹 ✓ Penertiban sampah liar di bahu jalan dan area publik yang kerap luput dari pembersihan rutin
🔹 ✓ Koordinasi RT/RW untuk memastikan tiap rumah membersihkan area depan masing-masing
Langkah ini dilakukan menyeluruh agar dampaknya terasa nyata. Saluran air yang sebelumnya tersumbat mulai lancar kembali. Tumpukan sampah yang menumpuk di beberapa titik berhasil diangkut. Ranting-ranting yang berisiko membahayakan pengguna jalan dipangkas bersama-sama.
Camat Baturetno Hery Indrastiyono menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang tetap hadir meski harus bekerja di bawah guyuran hujan. Menurutnya, kepedulian lingkungan harus justru meningkat di musim penghujan karena potensi genangan dan sarang nyamuk semakin tinggi.
“Gerakan ini juga menjadi upaya pencegahan dini terhadap penyakit seperti demam berdarah yang kerap muncul saat pancaroba. Drainase bersih dan minim genangan menjadi kunci utama menekan risiko tersebut. Selain itu, lingkungan yang tertata memberi dampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan warga,” ujar Camat.
Selama kurang lebih dua jam, aksi berlangsung di berbagai penjuru kecamatan. Setelah kegiatan selesai, masing-masing desa melakukan evaluasi singkat untuk memastikan area yang telah dibersihkan tidak kembali kotor. Konsistensi menjadi perhatian utama agar gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.
Semangat kolektif yang terlihat di Baturetno menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan. Tanpa perlu menunggu instruksi panjang, warga bergerak cepat menjaga wilayahnya tetap bersih dan aman. Aris Arianto
