WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Investasi emas lagi naik daun, literally dan digitally. Kalau dulu emas identik sama perhiasan di lemari atau batangan di brankas, sekarang emas bisa ditabung cukup lewat HP. Tinggal buka aplikasi, klik-klik dikit, saldo emas langsung nambah. Simpel, cepat, dan keliatan cuan. Tapi… jangan keburu senyum dulu.
Dunia investasi global baru-baru ini diguncang kasus penutupan platform emas digital di salah satu negara Asia. Angkanya bukan kaleng-kaleng: kerugian ditaksir tembus Rp30 triliun dengan 150 ribu nasabah terdampak. Sekejap saldo emas di aplikasi cuma jadi angka kosong. Kasus ini jadi alarm keras buat semua investor, khususnya generasi muda yang terbiasa serba digital dan instan.
Pelajarannya jelas: kemudahan tanpa keamanan = risiko besar. Investasi emas digital bukan soal aplikasi mana yang paling viral atau promonya paling gila, tapi soal platform mana yang paling nyata dan bisa dipertanggungjawabkan. Biar gak FOMO dan tetap bisa tidur nyenyak, ini 5 hal krusial yang wajib dicek sebelum milih platform investasi emas digital.
Pertama, legalitas itu harga mati. Di Indonesia, investasi emas digital harus jelas berada di bawah pengawasan OJK atau terdaftar resmi di BAPPEBTI. Ini bukan formalitas. Legalitas adalah tameng kalau suatu hari terjadi masalah. Kalau platformnya abu-abu atau ngeles soal izin, mending skip. Ingat, uang kamu bukan buat eksperimen.
Kedua, emasnya beneran ada atau cuma ilusi layar. Banyak yang lupa nanya satu hal penting: apakah saldo emas di aplikasi itu benar-benar didukung emas fisik? Platform yang sehat harus menjamin rasio 1:1, artinya setiap gram yang kamu beli ada emas fisiknya, disimpan aman di vault. Kalau cuma janji manis tanpa underlying asset, itu bukan investasi, tapi spekulasi berbahaya.
Ketiga, harga harus transparan, jangan jebakan spread. Dalam emas digital selalu ada selisih harga beli dan jual alias spread. Bandingin antar platform. Yang profesional bakal nunjukin harga real-time, jelas, tanpa biaya siluman. Jangan sampai pas mau jual, kaget karena potongannya bikin nyesek.
Keempat, likuiditas itu segalanya. Investasi bukan cuma soal nyimpen, tapi juga soal seberapa gampang dicairkan. Cek seberapa cepat proses buyback, dan apakah saldo emas bisa dicetak jadi emas fisik bersertifikat. Fleksibilitas ini penting, apalagi kalau butuh dana cepat. Investasi yang ribet saat dicairkan = red flag.
Kelima, reputasi dan keamanan digital. Jangan malas stalking. Lihat rekam jejak perusahaannya, sudah berapa lama berdiri, dan bagaimana mereka menjaga aset nasabah. Aplikasi yang serius pasti punya keamanan berlapis seperti 2FA, enkripsi data, dan sistem anti-retas. Di era siber, keamanan digital sama pentingnya dengan brankas fisik.
Di tengah maraknya platform baru, Pegadaian masih jadi benchmark. Sebagai BUMN dengan pengalaman lebih dari 124 tahun, Pegadaian dikenal konsisten menjaga kepercayaan publik. Produk Tabungan Emas Pegadaian menjamin saldo emas nasabah 100% didukung emas fisik 24 karat yang disimpan di vault berstandar internasional dan diawasi OJK. Ini bukan gimmick digital, tapi aset riil.
Lewat aplikasi Tring!, Pegadaian menghadirkan ekosistem emas yang lengkap. Mulai dari menabung emas mulai Rp10.000, deposit saldo emas untuk mendapatkan margin, hingga gadai saldo emas tanpa harus menjual aset. Jadi saat butuh dana cepat, emas tetap aman, kepemilikan gak hilang.
“Kepercayaan nasabah adalah prioritas kami. Saldo Tabungan Emas dijamin 1:1 dengan emas fisik 24 karat yang tersimpan aman di vault berstandar internasional. Ini bukan sekadar angka di layar. Lewat Tring!, nasabah bisa menabung, mendepositokan, hingga menggadaikan saldo emas dengan aman dan mudah,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, Senin (02/02).
Keunggulan lain yang bikin Tabungan Emas Pegadaian relevan buat semua generasi adalah opsi cetak emas fisik. Saldo emas digital bisa diubah menjadi kepingan emas batangan resmi dengan biaya cetak transparan. Prosesnya simpel lewat aplikasi Tring! dan bisa diambil di outlet Pegadaian atau lewat ATM Emas di lokasi strategis.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak FOMO. Menurutnya, strategi paling aman adalah investasi rutin dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) agar fluktuasi harga tidak bikin panik. Pegadaian sendiri menyediakan berbagai pilihan produk seperti MULIA untuk pembelian emas batangan secara angsuran dan Tabungan Emas untuk menabung fleksibel mulai dari nominal kecil.
Intinya, investasi emas itu soal menjaga masa depan, bukan adu cepat kaya. Jangan tergiur promo bombastis dari platform yang asal-usulnya gak jelas. Di dunia investasi, yang paling seksi bukan janji cuan besar, tapi keamanan dan kepastian aset. Pilih platform yang teruji, biar emasmu tetap emas, bukan drama. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














