WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus kematian seorang anak berusia 11 tahun di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, memasuki babak baru. Aparat kepolisian melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban berinisial DRP.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan dari keluarga korban yang meminta kepastian atas kematian sang anak. Proses ekshumasi dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) di Makam Prayan, Dusun Ngelo RT 06/04, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto. DRP sebelumnya telah dimakamkan di lokasi tersebut.
Pembongkaran makam dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan melibatkan warga setempat untuk proses awal. Setelah itu, tim forensik langsung mengambil alih penanganan. Pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa gangguan.
Sejumlah unsur terlibat dalam proses ini, di antaranya:
✓ Tim Inafis Polda Jateng
✓ Tim Inafis Polres Wonogiri
✓ Tim Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Jateng
✓ Unsur Forkopimcam Bulukerto
✓ Pemerintah Desa dan tenaga kesehatan setempat
Tim dokter forensik dipimpin dr. Dian Novitasari dari RS Bhayangkara Polda Jateng. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan kajian medis dan ilmiah.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menjelaskan bahwa ekshumasi merupakan bagian dari proses penyelidikan resmi. Menurutnya, tindakan ini dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum dan menjawab pertanyaan keluarga korban.
Pihak kepolisian menegaskan seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur, dengan pendekatan profesional dan berbasis alat bukti yang sah. Proses ini juga disebut berlangsung transparan tanpa adanya penolakan dari pihak keluarga maupun masyarakat sekitar.
Kasus kematian anak di lingkungan pesantren ini menyita perhatian warga Bulukerto dan Wonogiri secara luas. Publik kini menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik yang akan menjadi dasar kelanjutan penyelidikan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menunggu hasil analisis laboratorium forensik. Hasil tersebut nantinya akan menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa ini. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















