Site icon JOGLOSEMAR NEWS

MBG 2026 Disorot, Pemerintah Siap Alihkan Anggaran Jika Tak Efektif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ratusan triliun rupiah justru memicu alarm di Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, dana jumbo tersebut berpotensi tidak terserap sepenuhnya, sehingga opsi realokasi mulai dipertimbangkan.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun, melonjak tajam dari pagu tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 71 triliun. Namun, Purbaya mengaku pesimistis seluruh dana tersebut bisa digunakan secara optimal.

Ia mengungkapkan, berdasarkan perhitungan internal, bahkan jika belanja MBG meningkat hingga dua kali lipat dari anggaran awal Rp 71 triliun, total serapan tetap tidak akan menyentuh angka Rp 300 triliun.

“Jadi kami akan lihat mana yang bisa dibuat lebih efisien. Nanti kami akan pindahkan ke tempat lain kalau memang bisa dipindahkan,” ujar Purbaya saat ditemui di Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2025).

Meski membuka peluang pemindahan anggaran, Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, evaluasi justru diperlukan agar MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Tujuannya bukan menghambat program MBG, tapi mendorong ke arah lebih efisien,” katanya.

Purbaya belum merinci seberapa sering evaluasi anggaran akan dilakukan. Namun, ia memastikan mulai pekan depan Kementerian Keuangan akan meneliti struktur program MBG secara mendalam, satu per satu, guna memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberi dampak nyata.

Sebagai catatan, sepanjang 2025 realisasi anggaran MBG juga belum sepenuhnya optimal. Kementerian Keuangan mencatat serapan dana hanya mencapai Rp 51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari total pagu Rp 71 triliun.

“Manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp 43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025 sebesar Rp 51,5 triliun,” ujar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Thomas menambahkan, hingga 7 Januari 2026, jumlah penerima manfaat MBG telah menyentuh 56,13 juta jiwa. Program ini juga ditopang oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total tenaga kerja mencapai 789.319 orang.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan cakupan MBG semakin luas. Dengan anggaran Rp 335 triliun—termasuk dana cadangan sebesar Rp 67 triliun—jumlah penerima manfaat ditargetkan mencapai 82,9 juta jiwa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version