Beranda Nasional Jogja Menu Kering MBG Banyak Diprotes, Sultan HB X Minta Ada Perbaikan dan...

Menu Kering MBG Banyak Diprotes, Sultan HB X Minta Ada Perbaikan dan Transparansi Harga

Gubernur DIY Sri Sultan HB X | Wikipedia

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banyaknya protes terkait menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai jauh dari nilai anggaran yang disediakan, tak pelak memantik Gubernur DIY Sri Sultan HB X ikut angkat suara.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaksanaan program MBG di wilayah DIY segera dibenahi, terutama terkait kualitas menu dan keterbukaan informasi biaya. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencantumkan harga pada setiap paket makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Permintaan tersebut muncul setelah berbagai keluhan masyarakat bermunculan, khususnya selama Ramadan ketika menu MBG disajikan dalam bentuk makanan kering. Paket yang dibagikan di sejumlah wilayah dinilai sederhana dan dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang mencapai Rp 10.000 per porsi.

“Ada yang protes sepertinya materi (menu MBG) kurang pas. Saya sudah minta Sekretaris Daerah untuk segera memanggil penanggung jawab MBG,” kata Sultan di Yogyakarta, Kamis 26 Februari 2026.

Sorotan publik terutama muncul melalui media sosial yang memperlihatkan isi paket MBG berupa makanan ringan seperti gorengan, roti kering, dan kacang-kacangan yang dinilai kurang memenuhi kebutuhan gizi.

Baca Juga :  Misteri Puluhan Karung Diduga Limbah B3 Muncul di Tepi JJLS Kulonprogo

Sultan meminta penanggung jawab program segera melakukan evaluasi agar komposisi menu lebih layak dan sesuai dengan tujuan program pemenuhan gizi. Selain itu, ia menilai keterbukaan mengenai nilai anggaran setiap paket makanan juga penting untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

“Harapan kami selain menu diperbaiki, juga ada (pencantuman) harganya, agar tidak terjadi sekadar anggapan (soal harga) ‘ini-itu harganya tidak Rp10.000’,” ujar Sultan HB X.

Menurut Sultan, pencantuman harga hingga rincian setiap item dalam paket MBG akan membantu masyarakat memahami penggunaan anggaran secara lebih jelas. Transparansi tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kecurigaan terkait pengelolaan program.

“Misalnya dalam menu ada pisang, (itu dicantumkan) harganya berapa, supaya clear, sehingga jangan ada lagi pertanyaan-pertanyaan,” kata Sultan.

Ia berharap pembenahan ini dapat membuat penyusunan menu MBG lebih terarah dan tidak dilakukan secara sembarangan, sekaligus tetap menjaga standar kualitas makanan meskipun disajikan dalam bentuk menu kering selama bulan puasa.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Regional DIY Gagat Widyatmoko menyatakan pihaknya siap meningkatkan transparansi pelaksanaan MBG selama Ramadan, termasuk mengenai informasi harga dalam setiap paket makanan.

Baca Juga :  Terseret Kasus Pemerasan, Seorang Polisi di Bantul Dinonaktifkan

“Untuk penyampaian informasi harga pada menu MBG selama bulan Ramadan pada prinsipnya kami mendukung penuh langkah tersebut,” ujarnya.

Gagat menjelaskan, rencana pencantuman harga sebenarnya sudah menjadi bagian dari kebijakan yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi bersama Satgas MBG DIY.

“Kami di BGN DIY juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran SPPG agar segera menindaklanjuti serta mengeksekusi penyertaan informasi harga pada paket MBG Ramadan sesuai ketentuan berlaku,” kata Gagat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.