WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri kematian seorang santri berusia 11 tahun berinisial DRP di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, akhirnya menyeret aparat kepolisian turun langsung ke pemakaman. Makam korban dibongkar dalam proses ekshumasi pada Selasa (17/2/2026), setelah muncul laporan warga yang menilai kematian bocah tersebut tidak wajar.
Langkah tegas ini dilakukan jajaran Polres Wonogiri melalui Satuan Reserse Kriminal. Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo menyampaikan bahwa penyelidikan bermula dari informasi masyarakat yang menyebut ada kejanggalan dalam peristiwa meninggalnya DRP, seorang santri di salah satu pondok pesantren wilayah Bulukerto.
Begitu menerima laporan, polisi langsung bergerak cepat melakukan pendalaman. Koordinasi dilakukan dengan pihak keluarga sebelum akhirnya diputuskan proses ekshumasi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Menurut keterangan kepolisian, keluarga korban memberikan persetujuan penuh agar makam dibuka kembali. Langkah ini ditempuh demi mengungkap fakta medis sebenarnya dan menghilangkan tanda tanya yang berkembang di tengah masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan pada Sabtu (14/2/2026). Saat itu, kondisi korban disebut mengeluarkan busa dari mulut serta sedikit darah. Fakta tersebut memicu dugaan adanya kondisi yang tidak biasa.
Poin penting yang kini menjadi perhatian penyidik:
• ✓ Korban tidak memiliki riwayat penyakit
• ✓ Mulut korban dilaporkan berbusa saat dibawa ke fasilitas kesehatan
• ✓ Terdapat sedikit darah yang keluar
• ✓ Kematian dinilai janggal oleh warga sekitar
• ✓ Polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi
Pihak kepolisian hingga kini belum menyimpulkan adanya unsur penganiayaan. Semua kemungkinan masih terbuka sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik dari proses ekshumasi tersebut.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat Wonogiri, terutama karena korban masih berusia belia dan tengah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Aparat menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan objektif berdasarkan hasil ilmiah.
Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik nantinya akan menjadi kunci utama untuk menjawab penyebab kematian DRP secara pasti. Publik kini menanti kejelasan atas peristiwa yang mengguncang warga Bulukerto tersebut. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















