WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana mencekam menyelimuti lingkungan TK Pembina di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, setelah ditemukan sarang tawon jenis Vespa affinis yang menggantung tepat di sekitar arena bermain anak-anak. Sarang berukuran cukup besar itu berada di titik yang rawan tersenggol aktivitas siswa, memicu kekhawatiran pihak sekolah dan warga sekitar.
Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Selasa (24/2/2026), Tim Pemadam Kebakaran Pos Wilayah Baturetno langsung bergerak cepat. Evakuasi dilakukan pada Minggu (22/2/2026) malam hari demi menghindari risiko serangan koloni tawon yang dikenal agresif, terutama saat merasa terancam di siang hari.
Komandan Regu 1, Budi Harjono, menjelaskan bahwa keberadaan tawon vespa di lingkungan pendidikan anak usia dini sangat berbahaya. Sengatan tawon jenis ini bukan sekadar menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat memicu reaksi alergi berat hingga risiko fatal pada korban tertentu.
“Sarang berada sangat dekat dengan arena bermain. Ini jelas membahayakan anak-anak. Sengatannya bisa menyebabkan alergi serius,” tegasnya.
Evakuasi sengaja dilakukan malam hari karena pada waktu tersebut aktivitas tawon cenderung lebih rendah. Petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan pembakaran sarang menggunakan teknik api tabung gas. Proses berlangsung sekitar 30 menit hingga sarang berhasil dilepas dan diamankan tanpa insiden.
Langkah cepat ini membuat lingkungan sekolah kembali aman. Area bermain yang sebelumnya menjadi sumber kecemasan kini sudah steril dari ancaman tawon. Pihak sekolah pun memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Sebagai informasi, ciri-ciri tawon vespa yang perlu diwaspadai antara lain:
• ✓ Tubuh berwarna hitam kecokelatan dengan garis kuning mencolok
• ✓ Hidup berkoloni dan membuat sarang menggantung di pohon atau bangunan
• ✓ Sangat agresif jika sarang terganggu
• ✓ Sengatan bisa terjadi berulang kali
Masyarakat diimbau segera melapor ke petugas apabila menemukan sarang tawon di lingkungan rumah, sekolah, atau fasilitas umum. Penanganan mandiri tanpa perlindungan memadai berisiko tinggi memicu serangan massal.
Kejadian ini menjadi warning pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan pendidikan. Respons cepat petugas menjadi kunci mencegah kemungkinan korban, terutama anak-anak yang rentan terhadap sengatan serangga berbisa. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















