PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati selama bulan Ramadhan menuai perhatian sejumlah orang tua siswa. Mereka mempertanyakan teknis pembagian yang masih dilakukan pada jam sekolah, saat sebagian besar anak tengah menjalankan ibadah puasa.
Beberapa wali murid menilai distribusi makanan sekitar waktu Zuhur berpotensi memunculkan persepsi yang kurang tepat dalam pembelajaran nilai-nilai puasa di lingkungan sekolah. Mereka khawatir situasi tersebut bisa mengaburkan pesan pendidikan karakter yang semestinya ditekankan selama bulan suci.
Hasan, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum membiasakan anak menahan diri hingga waktu berbuka. Ia mengusulkan agar penyaluran makanan dialihkan menjelang sore atau minimal saat jam pulang sekolah. Alternatif lain yang sempat muncul adalah bentuk bantuan yang tidak menimbulkan polemik di tengah kegiatan belajar.
Pendapat serupa disampaikan wali murid lainnya, Yanto. Ia menegaskan para orang tua tidak menolak substansi program MBG yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun, ia berharap ada penyesuaian teknis agar pelaksanaannya lebih selaras dengan suasana ibadah.
Menurut para orang tua, jika menu yang diberikan berupa produk kering seperti roti dan susu kemasan, pembagian bisa dilakukan menjelang berbuka sehingga tetap memberi manfaat tanpa mengganggu kekhusyukan puasa siswa di sekolah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan program tetap berjalan selama Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa jenis makanan memang telah diubah menjadi produk kering agar lebih tahan lama dan dapat dikonsumsi saat berbuka.
Terkait jadwal distribusi yang masih berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB, pihaknya menyebut hal itu berkaitan dengan sistem pengiriman yang sudah terjadwal dari dapur layanan menuju sekolah-sekolah. Perubahan waktu secara mendadak dinilai berisiko mengganggu rantai distribusi yang telah disusun.
Di sisi lain, satu dapur layanan MBG di wilayah Margorejo atau Rondole masih dihentikan sementara. Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas dugaan kasus keracunan yang sempat terjadi sebelumnya. Hingga kini, hasil uji resmi belum diumumkan.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus menjalankan program tersebut dengan tetap memperhatikan evaluasi di lapangan. Sementara para orang tua berharap ada solusi teknis yang mampu menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan pendidikan karakter selama Ramadhan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
