
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan aktivitas di kawasan Pasar Klewer setiap Ramadan kembali menjadi sorotan. Di tengah tradisi berburu takjil yang selalu ramai, persoalan ketertiban lalu lintas dan akses pejalan kaki kini mengemuka.
Warga Kelurahan Kauman pun mengusulkan agar kegiatan PKL Takjil Komunal Ramadhan tidak lagi digelar di trotoar Jalan Radjiman, melainkan dipindah ke area yang lebih representatif.
Usulan tersebut mengerucut dalam pertemuan yang digelar pada 16 Februari 2026 di Ruang Rapat Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Hadir dalam forum itu warga, jajaran Pemerintah Kelurahan Kauman, perwakilan LPMK, takmir masjid, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebagaimana diketahui, selama ini, kegiatan Gebyar Ramadhan Kampung Wisata Kauman digelar di sisi selatan MAN 2 Boarding School, tepatnya di trotoar Jalan Radjiman depan Pasar Klewer. Namun, kawasan tersebut termasuk jalur dengan mobilitas tinggi, terlebih saat menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala Kelurahan Kauman, Indrijanto Agoes Noegroho bersama Ketua LPMK H. Syaeful Hadi, S.Ag, menegaskan bahwa lokasi tersebut memang masuk kategori padat lalu lintas.
“Berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kota Surakarta Nomor 26 Tahun 2026, Jalan Radjiman, khususnya di depan Pasar Klewer, termasuk kawasan dengan mobilitas tinggi,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Sebagai jalan tengah, pemerintah melalui Dinas Perdagangan bersama kelurahan mengarahkan agar kegiatan dipindahkan ke Area Taman Parkir 1 depan Masjid Agung Surakarta sisi selatan. Area tersebut dinilai lebih aman dan tidak mengganggu arus kendaraan.
Dari sisi pengelola tempat ibadah, perhatian juga muncul. KH. M. Muhtarom, S.Pd., M.Si selaku perwakilan Takmir Masjid Agung Surakarta menyoroti penggunaan trotoar oleh pedagang.
“Penggunaan trotoar untuk aktivitas PKL berpotensi menghambat akses keluar-masuk jamaah yang berjalan kaki, terutama menjelang waktu ibadah”.
Menurutnya, relokasi ke area parkir akan menjaga kenyamanan jamaah tanpa mengurangi semarak kegiatan Ramadan.
Tokoh masyarakat Kauman, Bambang Prihatin, menegaskan bahwa warga tetap mendukung keberadaan PKL takjil sebagai bagian dari denyut ekonomi dan tradisi kampung. Namun, penataan ulang dianggap perlu agar aktivitas tersebut tidak berbenturan dengan kepentingan publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, memastikan aspirasi warga selaras dengan regulasi yang berlaku.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat telah menjadi perhatian dan sejalan dengan Surat Edaran yang berlaku. Dalam edaran tersebut dihimbau bahwa penataan PKL takjil komunal dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketertiban lalu lintas di jalan-jalan protokol Kota Surakarta, serta diarahkan untuk tidak menempati tepi jalan”.
Melalui skema ini, diharapkan Gebyar Ramadhan Kampung Wisata Kauman tetap berjalan meriah dan produktif secara ekonomi, namun tetap tertib, aman, serta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas maupun aktivitas ibadah di kawasan tersebut. [Prihatsari]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













