SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di usia ketika sebagian besar anak masih beradaptasi dengan hitungan dasar, seorang siswi kelas 2 SD di Solo justru sudah menaklukkan panggung matematika internasional.
Adalah Aksara Laiqa Zeamna, siswi kelas 2A SD Muhammadiyah 1 Solo, yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang American Mathematics Olympiad (AMO) 2025. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai negara dan dikenal memiliki tingkat soal yang menantang.
Capaian tersebut menjadi salah satu puncak dari rangkaian prestasi Aksara sepanjang 2025–2026. Dalam kurun waktu itu, ia konsisten mengoleksi medali dari berbagai level kompetisi, mulai regional, provinsi, nasional, hingga internasional.
Meski masih belia, Aksara mengaku menikmati setiap tahapan kompetisi yang diikutinya.
“Aku senang ikut lomba matematika karena soalnya seru dan menantang. Kadang lombanya di luar kota, jadi bisa punya pengalaman baru juga,” ucapnya sambil tersenyum.
Tak hanya AMO 2025, pada tingkat nasional Aksara juga meraih Medali Emas dan Perfect Score IOB 2026, Medali Emas Mathlete 2025, serta Medali Perunggu KMNR ke-20, JSO 2025, dan KMSI 2025.
Di level provinsi Jawa Tengah dan DIY, ia memborong Medali Emas OMNI Sains 2025, KMSI 2025, dan OMNAS 2026, serta Medali Perak CEO 2025 dan KMT 2025. Sementara pada tingkat regional, ia menyabet Juara 1 Piala Wali Kota Surakarta–Warga Math Competition 2025 serta Juara 1 Piala Inspirasi Wakil Wali Kota Surakarta–Youth Inspiration Summit 2026.
Ibunda Aksara, Ibu Nana, menegaskan bahwa keluarga tidak menjadikan medali sebagai tujuan utama.
“Kami bersyukur atas setiap pencapaian Aksara. Yang terpenting adalah ia belajar disiplin, percaya diri, dan menikmati prosesnya. Medali hanyalah bonus dari proses belajar tersebut,” tuturnya.
Pihak sekolah turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Kepala sekolah, Sri Sayekti, menyatakan prestasi Aksara diharapkan mampu memantik semangat siswa lain untuk berani mengembangkan potensi dan menghadapi tantangan akademik sejak dini.
Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan minat dan bakat yang konsisten, ditopang dukungan keluarga dan sekolah, mampu melahirkan capaian luar biasa bahkan di usia sekolah dasar. [*]
