SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Media sosial (Medsos) digemparkan dengan video aksi seorang ayah tega menganiaya dan menyiksa anak perempuan dibawah umur, dimana aksi pria tersebut disebut-sebut terjadi di wilayah Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM di media sosial Facebook KWS Sragen aksi pelaku terekam menginjak dan memukul anak yang disebut anak kandung sendiri, bahkan wajah dan ktp pelaku juga ikut nyebar di group Facebook tersebut. Terduga pelaku bernama Purwanto (48) warga Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Diduga Purwanto tega menganiaya darah dagingnya sendiri yang masih berusia sekitar 5-6 tahun, lalu merekam aksi tersebut demi memeras emosi sang istri yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri.
Dia mengirimkan video penganiayaan itu dengan harapan sang istri merasa iba atau takut, sehingga segera mengirimkan uang nafkah. Namun, rencana bulus tersebut berbalik arah setelah video tersebut bocor dan viral di media sosial.
Sadar dirinya menjadi incaran polisi dan amarah warga, P langsung melarikan diri menggunakan mobil dengan membawa lima anaknya, sementara satu anak lainnya dititipkan kepada kerabat.
Plt Camat Gesi, Dion Henry, mengonfirmasi bahwa pihak berwenang telah melakukan pengejaran. Pelarian pelaku mulai terendus saat mobil yang digunakannya ditemukan terlantar di wilayah Kabupaten Boyolali.
“Di dalam mobil yang ditemukan di Boyolali, terdapat empat orang anak. Saat ini mereka (Anak-anak,red) sudah diamankan dan berada dalam perawatan Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak),” kata Dion pada wartawan di Sragen Sabtu (21/2/2026).
Pelaku Masih Buron Bersama Korban
Meski empat anak telah berhasil diselamatkan, situasi tetap genting. Pelaku diketahui berhasil meloloskan diri dari kepungan dan masih dalam pencarian. Mirisnya, P diduga kuat membawa serta anak yang menjadi korban penganiayaan di dalam video tersebut.
“Muspika Gesi terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau situasi dan perkembangan di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan anak yang dibawa pelaku,” ujarnya. Huri Yanto
