Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Aksi Berani di Paranggupito! Petugas BPBD Wonogiri Masuk Luweng Bersihkan Saluran Air Tersumbat

Luweng

Pembersihan Luweng Guntur Desa Gunturharjo Paranggupito Wonogiri. Dok. BPBD Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi cepat dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wonogiri untuk mencegah ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri. Tim BPBD turun langsung melakukan normalisasi saluran air menuju luweng di Dusun Guntur RT 1 RW 4, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kamis (12/3/2026).

Langkah ini-melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Sabtu (14/3/20206)-dilakukan untuk memastikan jalur drainase alami tetap berfungsi maksimal. Di kawasan karst seperti Paranggupito, luweng atau lubang gua alami memiliki peran vital sebagai saluran pembuangan air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Tim BPBD tidak hanya membersihkan sampah di sekitar mulut luweng, tetapi juga melakukan penanganan teknis di bagian dalam gua. Petugas bahkan harus masuk ke area bawah tanah untuk mengurai sumbatan sedimen yang menghambat aliran air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Wonogiri, Mudrik Alfan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat setempat melalui kerja bakti. Kolaborasi warga dan petugas menjadi kunci agar pembersihan berjalan efektif.

“Selain membersihkan sampah dan sedimen di permukaan, tim juga masuk ke dalam luweng untuk menyemprot sumbatan menggunakan mesin Alkon agar aliran air kembali lancar,” ujar Mudrik Alfan.

Dalam proses normalisasi tersebut, BPBD mengerahkan peralatan teknis berupa mesin Alkon pemadam kebakaran. Alat ini digunakan untuk menyemprot saluran air di dalam gua dengan tekanan tinggi sehingga lumpur dan sumbatan yang menempel di dinding maupun dasar saluran dapat terurai.

Namun pekerjaan di lapangan tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala tak terduga ketika masuk ke dalam gua. Di dalam luweng tersebut ternyata terdapat populasi burung walet yang sangat padat.

Keberadaan ribuan burung walet membuat jarak pandang di dalam gua menjadi terbatas. Selain itu, ruang gerak petugas juga menjadi sempit karena harus berhati-hati agar tidak mengganggu ekosistem yang ada di dalam gua tersebut.

Meski begitu, proses normalisasi tetap dilanjutkan hingga jalur air dinilai kembali lancar. Pembersihan ini menjadi langkah penting untuk mencegah genangan air hingga potensi banjir yang bisa terjadi ketika hujan deras melanda wilayah Paranggupito.

Wilayah ini memang dikenal memiliki bentang alam karst dengan banyak luweng atau gua vertikal. Fungsi luweng sangat vital karena menjadi jalur alami pembuangan air hujan menuju sistem sungai bawah tanah.

Jika mulut luweng tersumbat oleh sampah atau sedimen, air hujan tidak dapat terserap dengan cepat. Kondisi ini bisa memicu genangan bahkan banjir di kawasan permukiman sekitar.

Karena itu, BPBD Wonogiri juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air maupun ke mulut luweng. Kebiasaan tersebut bisa mengganggu sistem drainase alami yang selama ini menjadi penyangga lingkungan di kawasan karst.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, partisipasi warga dalam kegiatan kerja bakti juga dinilai sangat penting. Dengan keterlibatan masyarakat, pemantauan kondisi luweng dan saluran air dapat dilakukan secara rutin sehingga potensi bencana bisa dicegah sejak dini.

Langkah normalisasi ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga keselamatan warga di wilayah rawan hidrometeorologi, khususnya di kawasan selatan Wonogiri yang memiliki karakter geografis unik.

Dengan saluran air kembali lancar, risiko genangan maupun banjir di kawasan tersebut diharapkan dapat ditekan, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Aris Arianto

Exit mobile version