Beranda Umum Nasional Berdalih Cegah Kebocoran, Prabowo Siapkan Utusan Khusus Presiden di Tiap BUMN

Berdalih Cegah Kebocoran, Prabowo Siapkan Utusan Khusus Presiden di Tiap BUMN

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Prabowo Subianto melempar rencana baru dalam pengawasan perusahaan milik negara. Ia mengisyaratkan kemungkinan penempatan utusan khusus presiden di setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memperketat kontrol terhadap pengelolaan kekayaan negara.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran ulang tahun Badan Pengelola Investasi Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Prabowo, penunjukan utusan khusus presiden bukan hal baru. Sejumlah figur telah lebih dulu ditugaskan untuk menangani bidang-bidang tertentu.

Ia mencontohkan penunjukan Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan serta Raffi Ahmad yang dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,” ucap Prabowo.

Baca Juga :  Evaluasi BGN: 80 SPPG di Solo Raya Masih Bergantung pada 1–5 Supplier Bahan Pangan

Prabowo menilai pengawasan terhadap BUMN harus dilakukan secara serius. Menurutnya, perusahaan-perusahaan pelat merah memegang peranan penting karena berkaitan langsung dengan kekayaan dan masa depan bangsa.

“Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Tanpa… kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan global, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk berkembang. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap solid menghadapi ketidakpastian dunia.

“Krisis kita hadapi dengan gagah. Krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan agar pengelolaan investasi negara melalui Danantara dilakukan secara hati-hati. Ia mencontohkan bahwa sejumlah lembaga pengelola dana investasi di negara lain pernah mengalami kerugian besar karena tata kelola yang buruk.

Baca Juga :  Jelang Putusan Praperadilan, Rumah Gus Yaqut di Condet Dijaga Banser

Karena itu, ia meminta para pengelola Danantara menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan dan tanggung jawab.

“Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita,” ujarnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.