Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Detik-detik Menegangkan Ketika Bus TNI Lepas Kendali, Seret Honda Brio 20 Meter

Ilustrasi | joglosemarnews.com

BANDUNG BARAT, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepanikan pecah di ruas Jalan Raya Cijamil, Kabupaten Bandung Barat, ketika sebuah bus rombongan TNI melaju tanpa kendali sambil diteriaki penumpangnya sendiri. Teriakan “rem blong” yang menggema dari dalam bus menjadi pertanda awal rentetan tabrakan yang tak terhindarkan.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Rabu (18/3/2026) siang, saat bus meluncur dari arah Cisarua menuju Padalarang dengan kecepatan tinggi.

Dugaan sementara, sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi sehingga sopir kehilangan kendali. Bus pun melaju liar dan mulai menabrak kendaraan di depannya.

Seorang saksi mata, Heri (45), mengaku sempat mendengar kepanikan dari dalam bus sebelum kecelakaan terjadi.

“Saya lagi di dekat Gedung DPRD Bandung Barat. Dari arah atas ada bus melaju kencang, diduga rem blong, soalnya dari atas sudah teriak-teriak ‘awas-awas rem blong’,” ungkap Heri saat ditemui di lokasi.

Sesampainya di depan Gedung DPRD Bandung Barat, bus terlebih dahulu bersenggolan dengan sebuah mobil listrik yang datang dari arah berlawanan. Namun, laju kendaraan yang sudah tak terkendali membuat tabrakan berikutnya tak bisa dihindari.

Bus kemudian menghantam mobil Honda Brio bernomor polisi D 1071 ALT yang berada di depannya. Benturan keras membuat mobil tersebut terseret cukup jauh sebelum akhirnya terpental ke tepi jalan.

“Mobil Brio itu terseret cukup jauh, kurang lebih 20 meter, lalu terpental ke pinggir,” kata Heri.

Akibat kejadian itu, dua penumpang mobil Brio mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Tak berhenti di situ, bus juga menabrak sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang perempuan. Setelah itu, kendaraan besar tersebut keluar dari badan jalan dan akhirnya terperosok ke area kebun di sisi jalan.

Saksi lainnya, Dewi (38), mengaku nyaris menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan manuver cepat menghindari bus.

“Saya hampir tertabrak. Untung langsung banting ke kanan, jadi bisa selamat,” ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terhadap korban serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan. Dugaan rem blong masih menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version