Beranda Umum Nasional Disiram Air Keras, Mata Kanan Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kerusakan Kornea

Disiram Air Keras, Mata Kanan Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Kerusakan Kornea

Andrie Yunus | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan stabil meski mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh serta kerusakan serius pada mata kanan akibat serangan air keras.

Pihak Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan bahwa Andrie mengalami trauma kimia berat pada mata kanan yang berdampak pada kerusakan permukaan kornea dan penurunan tajam penglihatan.

Serangan tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie diduga disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.

Tak lama setelah kejadian, Andrie mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026 sekitar pukul 00.00 WIB. Ia datang dengan sejumlah luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Kepala Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa tim medis segera melakukan pemeriksaan awal setelah pasien tiba di IGD. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada bagian tubuh yang mengalami luka.

Baca Juga :  Konflik Iran-AS-Israel Memanas, Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kesulitan, CELIOS: Mana Mitigasinya?

Sebagai langkah pertama penanganan, dokter melakukan proses irigasi atau pencucian pada area yang terpapar zat kimia guna mengurangi dampak zat berbahaya tersebut sekaligus menormalkan kondisi jaringan yang terkena.

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuhnya. Selain itu, mata kanan Andrie mengalami trauma kimia dengan tingkat keparahan derajat tiga pada fase akut.

“Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” kata Yoga dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Senin (16/3/2026).

Untuk menangani kondisi mata yang mengalami kerusakan, tim dokter melakukan tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan. Selain itu, dokter juga melakukan transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dari kerusakan lanjutan.

Saat ini Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) guna mendapatkan pemantauan dan penanganan intensif dari tim medis multidisiplin. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

Penanganan medis yang diberikan meliputi perawatan luka bakar, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta terapi untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil.

Baca Juga :  Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Barang Bukti Beragam dari Sabu hingga Etomidate

“Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol,” kata Yoga.

Meski mengalami luka cukup serius, kondisi umum Andrie kini disebut sudah stabil dan tidak berada dalam kondisi yang mengancam nyawa.

Tim dokter masih akan terus memantau perkembangan kondisinya. Jika diperlukan, tindakan medis lanjutan seperti rekonstruksi jaringan maupun prosedur tambahan untuk memaksimalkan pemulihan fungsi penglihatan akan dilakukan.

“RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa,” kata Yoga. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.