BEKASI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tumpukan sampah raksasa di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, berubah menjadi bencana memilukan. Longsoran gunungan sampah yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) menelan korban jiwa dan memicu operasi pencarian besar-besaran.
Hingga Senin pagi (9/3/2026), tercatat empat orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain korban tewas, sejumlah orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsoran sampah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa korban yang meninggal berasal dari dua kelompok berbeda, yakni warga sekitar dan sopir truk pengangkut sampah.
“Hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, berdasarkan data Senin, pukul 10 sebanyak 4 orang meninggal,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansyah, menjelaskan bahwa jumlah total korban yang terdampak dalam kejadian ini mencapai 13 orang.
Dari jumlah tersebut, empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, empat lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara lima korban masih dalam proses pencarian.
Operasi penyelamatan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur. Tim gabungan tidak hanya melakukan pencarian korban, tetapi juga mengamankan area longsoran yang masih berpotensi membahayakan.
Sebanyak 336 personel dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah timbunan sampah.
Untuk mendukung proses evakuasi, tim juga mengoperasikan 15 unit alat berat berupa ekskavator guna mengangkat dan memindahkan material longsoran. Sejumlah ambulans turut disiagakan di lokasi untuk mengangkut korban yang berhasil ditemukan.
Proses pencarian masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
