Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ketemu di Kantor Setkab, Sekab Teddy Ngobrol Anak-anak Hercules yang Kuliah di Luar Negeri

Teddy Indra Wijaya | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kunjungan tokoh kontroversial Rosario de Marshal alias Hercules ke Kantor Sekretariat Kabinet memantik perhatian publik, terlebih di tengah gencarnya agenda pemerintah memberantas praktik premanisme. Pertemuan itu memperlihatkan relasi personal yang telah terjalin lama antara Hercules dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Momen tersebut diunggah Teddy melalui akun Instagram pribadinya, @Teddy_HQ. Dalam video yang dibagikan, Teddy menyebut telah mengenal Hercules sejak belasan tahun silam.

“Hari ini ada kawan lama, 15 tahun lalu ketemu, mau silaturahmi lebaran,” kata Teddy, Sabtu (28/3/2026).

Kedatangan Hercules ke kantor Seskab disebut dalam rangka silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia hadir bersama dua putranya, Herdinand dan Khayrel, yang diperkenalkan sebagai lulusan perguruan tinggi luar negeri.

Dalam perbincangan santai tersebut, Teddy sempat menanyakan latar pendidikan kedua anak Hercules. Herdinand menyebut dirinya telah menyelesaikan studi di Loyola Marymount University, Los Angeles, Amerika Serikat. Sementara Khayrel mengaku lulus dari kampus di Melbourne, Australia dengan fokus manajemen bisnis.

Tak hanya itu, Teddy juga menyinggung dua anak Hercules lainnya yang tidak hadir, yakni Dede dan Zahnia Zahra, yang juga menempuh pendidikan di luar negeri.

Hercules pun mengekspresikan kebanggaannya terhadap capaian anak-anaknya. “Bapaknya boleh preman, tapi anaknya mantap,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Teddy memberikan pesan kepada anak-anak Hercules agar terus belajar dan membanggakan orang tua. “Belajar terus kamu ya, segera banggakan orang tua,” tuturnya.

Di sisi lain, relasi Hercules dengan lingkaran kekuasaan kembali menjadi bahan diskusi publik. Berdasarkan laporan Majalah Tempo edisi 15 Mei 2025, nama Hercules dan organisasi yang dipimpinnya, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, kembali menguat seiring terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden pada Oktober 2024.

Secara historis, GRIB Jaya didirikan pada 2011 dan sempat berfungsi sebagai organisasi yang beririsan dengan basis pendukung Partai Gerindra. Dalam perjalanannya, kedekatan tersebut mengalami dinamika, meski di tingkat akar rumput, figur Prabowo masih kerap dipandang sebagai pembina.

Hercules dan GRIB dikenal tetap loyal mendukung Prabowo, bahkan saat mengalami kekalahan dalam beberapa kontestasi pemilihan presiden sebelumnya. Namun, di tengah komitmen pemerintah saat ini untuk memberantas premanisme, kedekatan sejumlah figur dengan latar belakang tersebut menjadi sorotan tersendiri.

Pertemuan di momen Lebaran itu pun tak sekadar dibaca sebagai silaturahmi biasa, melainkan juga memunculkan pertanyaan publik soal konsistensi sikap pemerintah terhadap isu yang tengah mereka gaungkan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version