Beranda Umum Opini Mengembalikan Kehangatan Komunikasi Keluarga

Mengembalikan Kehangatan Komunikasi Keluarga

Keluarga
Ilustrasi keharmonisan rumah tangga. Istimewa

Individu yang dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dan lingkungan yang dihadapinya akan membawanya ke arah pertumbuhan diri yang lebih maju. Sebaliknya, individu yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif atau banyak mengalami kegagalan dalam berkomunikasi dengan orang lain, akan banyak mengalami hambatan dalam pertumbuhan dirinya (Triningtyas, 2016).

Pada umumnya setiap orang dapat berkomunikasi dengan baik selagi tidak ada gangguan fisik dan psikisnya. Pada zaman sekarang gangguan komunikasi diantaranya disebabkan oleh pola hidup masing-masing. Mari menganalisis apa yang terjadi di lingkungan masing-masing. Apakah masih ada kehangatan dalam komunikasi keluarga?

Kehangatan komunikasi keluarga mulai sepuluh tahun yang lalu apa lagi akhir-akhir ini mulai tidak dapat dirasakan. Terutama komunikasi dengan anak remaja masing-masing. Semakin hari semakin berkurang kehangatan kamunikasi bahkan kehilangan komunikasi. Hal ini terjadi karena remaja lebih asyik dengan menggunakan media sosial. Media sosial dirasa lebih nyaman baginya daripada komunikasi dengan keluarga. Setip hari menggunaka media sosial mampu berjam-jam untuk mendapatkan yang diinginkan.

Akun media sosial seperti instagram, TikTok, Facebook, lebih dirasakan menyatu dengan pribadi para remaja. Fenomena ini sangat dapat dirasakan di setiap kota kabupaten sampai kehidupan di desa atau dusun. Hal ini dapat penulis rasakan di kecamatan Girimarto khususnya Desa Waleng. Pengguna media sosial tersebut semakin meningkat apalagi untuk remaja. Semua remaja memiliki akun instagram, TikTok maupun Facebook berdasarkan wawancara penulis dengan remaja dengan keaktifan yang berbeda-beda. Menurut penulis ini merupakan salah satu faktor menurunnya kehangatan komunikasi dalam keluarga.

Melalui tulisan ini penulis mengajak para orang tua, marilah mengembalikan kehangatan komunikasi dengan keluarga. Kearifan orang tua sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kehangatan komunikasi dalam keluarga. Nasihat, motivasi selalu ditanamkan pada jiwa anak dengan arif agar mereka merasa perlu komunikasi dengan orang tua. Anak disadarkan bahwa media sosial tidak akan dapat mencukupi kebutuhan dalam hidupnya.

Menyalahkan anak bukan merupakan solusi untuk mengembalikan anak dalam kehangatan komunikasi keluarga. Perlu orang tua dan anak membangun komitmen dan kesepakatan bersama agar komunikasi keluarga tetap terbangun. membatasi anak menggunakan gawai sangat perlu, pada jam-jam tertentu guna untuk bercakap, bercanda, bercerita dalam keluarga. Diskusi dalam keluarga sangat diperlukan guna untuk membangun komunikasi untuk menciptakan kehangatan keluarga. Prih Haryati

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.