GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Niat menghadiri buka bersama justru berujung tragedi bagi tiga remaja perempuan di Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Mereka ditemukan tergeletak di ladang di bawah jalur Kepek–Kanigoro, tepatnya di kawasan Suro Ombo, Padukuhan Wareng. Satu di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Peristiwa memilukan tersebut baru terungkap pada Sabtu (14/3/2026) pagi ketika seorang petani yang hendak menuju ladang melihat ketiga korban berada di bawah badan jalan.
Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana menjelaskan, temuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB.
“Saat pertama kali ditemukan, ketiga korban dalam posisi tergeletak di ladang yang lokasinya berada di bawah jalan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu.
Kondisi para korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Dua remaja perempuan dalam keadaan tidak sadarkan diri, sementara satu korban lainnya telah meninggal dunia di lokasi.
“Dalam posisi 2 orang anak perempuan tidak sadarkan diri dan 1 orang anak perempuan MD,” kata Sigit.
Dari penelusuran awal, ketiga remaja tersebut diketahui sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk menghadiri kegiatan buka bersama di masjid padukuhan pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Namun hingga malam hari, mereka tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga sempat melakukan pencarian, tetapi keberadaan mereka belum ditemukan.
“Menurut Sigit, ketiga korban meninggal rumah sejak Jumat sore. Saat itu ketiga korban berpamitan untuk melaksanakan buka bersama di Masjid Padukuhan setempat. Namun sampai malam belum pulang sehingga dilakukan pencarian namun tidak ditemukan.”
Berdasarkan keterangan sementara dari salah satu korban yang selamat, setelah mengikuti kegiatan buka bersama, mereka berencana berjalan-jalan ke jalur baru menuju Pantai Ngrenehan.
“Sementara keterangan anak korban yang luka, diperoleh keterangan, setelah buka bersama, ketiganya bermaksud bermain di jalan baru Pantai Ngrenehan,” kata Sigit.
Polisi menduga kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena pengendara belum menguasai kendaraan dengan baik hingga akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi terperosok ke area ladang di bawah jalan.
“Untuk penyebab kecelakaan karena kurang menguasai menggunakan kendaraan sehingga terjadi kecelakaan,” kata Sigit.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih memperhatikan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak, terutama yang belum cukup umur atau belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai.
“Sigit berharap, orang tua tidak membiarkan anak-anaknya menggunakan sepeda motor. Selain dapat membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain,” kata dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















