Beranda Umum Nasional Pasukan RI Urung Berangkat ke Gaza, Prabowo Dorong Solusi Damai

Pasukan RI Urung Berangkat ke Gaza, Prabowo Dorong Solusi Damai

Sjafrie Syamsuddin | instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana ambisius Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza mendadak dihentikan sementara. Presiden Prabowo Subianto memilih menahan langkah tersebut di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas dan berisiko meluas.

Keputusan ini diambil setelah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pemerintah menilai kondisi tersebut belum kondusif untuk menjalankan misi stabilisasi, sehingga seluruh pembahasan terkait pengiriman pasukan melalui skema Board of Peace (BoP) untuk sementara dihentikan.

“Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda,” tulis keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).

“Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah,” demikian keterangan Bakom RI.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, Prabowo juga mengambil langkah diplomatik dengan menawarkan Indonesia sebagai mediator. Ia menilai konflik yang berlangsung tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memicu ketidakpastian global yang luas.

Baca Juga :  Konflik Iran-AS-Israel Memanas, Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kesulitan, CELIOS: Mana Mitigasinya?

“Saran saya selalu mencari opsi damai,” ucap Prabowo dalam keterangan Bakom RI.

Lebih jauh, Indonesia tetap menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Prabowo menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP tetap strategis untuk mendorong solusi jangka panjang dari dalam.

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Indonesia telah menyiapkan hingga 20.000 prajurit TNI untuk misi tersebut. Namun dengan mempertimbangkan kontribusi negara lain, jumlah yang direncanakan dikirim disesuaikan menjadi sekitar 8.000 personel.

“Tapi ternyata negara-negara lain itu cuma kirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya,” kata Sjafrie saat ditemui di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, 12 Maret lalu.

Baca Juga :  Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Barang Bukti Beragam dari Sabu hingga Etomidate

Meski demikian, kepastian keberangkatan pasukan masih bergantung pada perkembangan situasi global dan dinamika dalam BoP yang dinilai sangat fluktuatif.

“Dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Itu cukup banyak kita lihat laporan-laporan yang memerlukan perhatian khusus,” ucapnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.