Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Rencana Tawuran Disiarkan Live, Polisi Mungkid Ringkus  Tiga Remaja Bersenjata Tajam

Ilustrasi borgol | freepik

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Media sosial kembali dimanfaatkan sebagai sarana memancing konflik di kalangan remaja. Kali ini, dugaan rencana tawuran yang bahkan disiarkan secara langsung berhasil digagalkan aparat Polsek Mungkid, Polresta Magelang sebelum bentrokan benar-benar terjadi.

Aksi yang diduga hendak berujung tawuran tersebut terendus polisi setelah petugas melakukan pemantauan aktivitas siaran langsung di Instagram dan TikTok pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam siaran itu, sejumlah remaja diduga menantang kelompok lain untuk bertemu dan berkelahi di wilayah Mungkid.

Kapolsek Mungkid AKP Agus Prasetyo menjelaskan, petugas segera bergerak setelah memastikan lokasi siaran langsung tersebut.

“Anggota melakukan pemantauan sejak pukul 23.00 WIB. Saat live berlangsung, terduga admin masih memprovokasi pihak lain. Kami langsung telusuri lokasi dan melakukan penindakan sebelum tawuran terjadi,” ujarnya.

Sekitar pukul 00.00 WIB, polisi mendatangi lokasi yang diduga menjadi titik pertemuan. Sejumlah remaja terlihat berada di tempat tersebut, namun sebagian di antaranya melarikan diri saat petugas datang.

Di lokasi kejadian, polisi sempat menemukan empat remaja bersama sejumlah senjata tajam. Dua orang langsung diamankan di tempat, sementara dua lainnya berhasil kabur.

Petugas kemudian melakukan penelusuran lanjutan hingga beberapa jam berikutnya berhasil menangkap satu remaja lain. Hingga kini, satu orang masih dalam pengejaran.

Tiga remaja yang telah diamankan masing-masing berinisial MRS, MWA, dan MWS, dengan usia antara 18 hingga 21 tahun.

Menurut Agus, kelompok tersebut bukan kali pertama terlibat masalah keamanan. Mereka sebelumnya diduga pernah membuat keributan di wilayah Bumirejo, Mungkid, sekitar sepekan lalu.

“Kelompok ini sebelumnya sudah membuat keributan di Bumirejo. Kemarin malam kami lakukan pemantauan ulang dan mendapati mereka kembali aktif melalui live,” jelasnya.

Selain mengamankan para remaja, polisi juga menyita empat senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Senjata tersebut berupa celurit berukuran besar yang tidak lazim digunakan untuk keperluan pertanian.

“Sajam yang diamankan bukan celurit untuk pertanian, melainkan berukuran lebih dari satu meter yang lazim digunakan untuk tawuran,” tegasnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami keterlibatan para pelaku sekaligus memburu satu remaja lain yang diduga ikut dalam rencana tawuran tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Exit mobile version