
YOGYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persoalan klasik wisata Jogja kembali disorot: macet dan parkir yang tak kunjung cukup. Di tengah lonjakan wisatawan saat libur Lebaran, pemerintah akhirnya mendorong solusi digital agar pengunjung tak lagi berputar-putar hanya untuk mencari lahan parkir.
Polresta Yogyakarta bersama Dinas Perhubungan setempat kini meluncurkan layanan pemantauan parkir berbasis daring yang memungkinkan masyarakat mengecek ketersediaan tempat parkir secara langsung sebelum masuk kawasan wisata, terutama Malioboro.
Melalui laman satlantasjogja.info, pengguna dapat melihat kondisi terkini kapasitas parkir di sejumlah titik yang telah terintegrasi dalam sistem. Setidaknya ada 18 lokasi parkir yang sudah masuk dalam pemantauan, lengkap dengan rincian slot untuk bus, mobil, hingga sepeda motor.
Tak hanya itu, fitur pencarian lokasi terdekat hingga filter berdasarkan jenis kendaraan juga disediakan untuk mempermudah pengguna menentukan pilihan.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyebut langkah ini diambil sebagai bagian dari pengamanan dan pengaturan arus selama Operasi Ketupat Lebaran yang telah dimulai sejak 13 Maret.
“Nah, jadi tentunya kita dari mulai tanggal 13 sudah mulai melaksanakan Operasi Ketupat Lebaran. Jadi, kita dari Polresta Yogyakarta intinya siap melaksanakan pengamanan, baik itu untuk masyarakat yang mudik maupun liburan di Yogyakarta,” paparnya, Senin (16/3/2026).
Ia mengakui keterbatasan lahan parkir masih menjadi tantangan utama di Kota Gudeg. Karena itu, pihaknya bersama Dishub melakukan pendataan lokasi parkir yang bisa dimanfaatkan, baik milik pemerintah, swasta, maupun perorangan.
“Kita juga sudah menyadari, memang salah satu kendala kita di Yogyakarta adalah minimnya lahan parkir. Maka dari itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan Dishub dan dari Lantas Polresta Yogyakarta untuk menginventarisir lokasi-lokasi parkir, baik milik pemerintah, pribadi, maupun swasta yang bisa kita gunakan untuk lahan parkir nantinya.”
Kemudahan akses informasi ini akan didukung dengan pemasangan QR Code di berbagai pintu masuk kota. Wisatawan cukup memindai kode tersebut untuk mengetahui lokasi parkir yang masih tersedia.
“Itu nanti bisa diinput melalui QR Code parkir. Sehingga nanti masyarakat begitu masuk Yogyakarta, ada QR Code di banner yang langsung tinggal di-scan saja.”
Sistem ini diperbarui secara berkala setiap 9 hingga 10 menit, sehingga pengguna bisa memperoleh data yang relatif akurat.
“Nanti akan memunculkan data real-time tiap 9 atau 10 menit di lahan parkir mana yang masih kosong tentunya. Sehingga masyarakat tidak bingung nanti untuk mencari lahan parkir, khususnya yang mau berwisata ke Malioboro dan sekitarnya.”
Terkait potensi lonjakan wisatawan, pihak kepolisian memprediksi kepadatan akan mulai terasa pada hari kedua Lebaran. Pola pergerakan pengunjung pun dinilai cukup khas.
“Kemungkinan nanti H+1, ya. H+1 masyarakat mungkin mulai padat dari pagi sampai siang, sorenya mungkin mereka bergeser ke Gunungkidul atau Parangtritis, lalu malamnya nanti akan kembali lagi ke Malioboro. Biasanya polanya seperti itu,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekitar 700 personel disiagakan, lengkap dengan skenario rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional.
“Otomatis. Nanti kita akan tetap melihat situasi, tetap ada rekayasa tentunya, tetapi situasional di lapangan. Kita akan melihat langkah-langkah terbaik dan akan kita koordinasikan dengan instansi terkait, khususnya dari Dishub tentunya,” tambah Eva.
Selain informasi parkir, portal tersebut juga menyediakan akses cepat ke Call Center Polisi 110 untuk kebutuhan darurat.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap wisatawan bisa merencanakan perjalanan lebih baik. Namun, efektivitasnya tetap akan diuji di lapangan, terutama saat puncak arus liburan benar-benar terjadi. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












