BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman pergerakan tanah menghantui warga di kawasan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Tanah yang terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir mulai memicu kerusakan di sejumlah bangunan, bahkan membuat satu keluarga memilih meninggalkan rumahnya demi keselamatan.
Fenomena tersebut diketahui warga setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada akhir Februari lalu. Tanah di sekitar permukiman tiba-tiba ambles cukup signifikan yang menyebabkan retakan di sejumlah bagian bangunan.
Salah satu warga RT 28 Padukuhan Jambon, Kalurahan Argosari, Nugroho (51), mengaku tidak menyadari langsung saat pergerakan tanah itu terjadi. Ia baru mengetahui kondisi tersebut ketika hendak keluar rumah pada pagi hari.
“Saya enggak tahu, ini sebabnya apa. Kok tiba-tiba setelah hujan terus saya mau keluar rumah, Sabtu (28/3/2026) pagi, sudah ada kejadian ini (gerakan tanah dan beberapa tanah terlihat anjlok),” katanya saat ditemui awak media, Kamis (5/3/2026).
Penasaran dengan penyebab kejadian itu, Nugroho kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di rumahnya. Dari rekaman tersebut diketahui pergerakan tanah terjadi saat hujan deras pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut Nugroho, gejala penurunan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun hanya dalam skala kecil. Belakangan, kondisi tersebut semakin parah.
“Tahun-tahun sebelumnya tanah pernah turun, tapi cuma sedikit. Tapi saat ini mendadak tanah turun sekitar 30 sentimeter. Terus akhir-akhir ini sekitar 60 sentimeter. Dan jalan di depan rumah saya ini sudah bolak-balik dibenerin sama warga setempat, tapi ternyata tanahnya turun terus,” ucapnya.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Retakan terlihat pada beberapa rumah warga, bangunan masjid, pendopo, hingga tanah di area lapangan voli.
Salah satu rumah bahkan mengalami kerusakan cukup serius pada bagian lantai dan dinding sehingga penghuninya memutuskan untuk mengungsi. Keluarga tersebut diketahui menyewa rumah di wilayah Kapanewon Pajangan setelah dua hari pascakejadian.
Sementara itu, Nugroho mengaku masih bertahan di rumahnya meski diliputi rasa khawatir.
“Saya masih di sini karena memang tidak ada tempat lain dan saya kira situasi di rumah saya masih aman. Ya ada rasa khawatir dari keluarga, cuma kalau saya sendiri kemungkinan tidak ada masalah sih. Ya semoga aman-aman saja. Dan di rumah saya ada lima orang. Ada saya, istri, dan tiga anak,” tuturnya.
Ia juga menyebut ada satu rumah lain di sekitar lokasi yang sempat dirobohkan sekitar tiga bulan lalu karena mengalami kerusakan akibat retakan tanah.
Menurutnya, rumah tersebut sudah cukup lama tidak dihuni, sehingga pemiliknya memutuskan merobohkan bangunan yang rusak tersebut.
Selain itu, terdapat pula rumah warga di dekat masjid yang mengalami kerusakan akibat retakan tanah. Namun pemilik rumah tersebut jarang berada di lokasi karena bekerja di luar daerah.
“Terus satu rumah dekat masjid ada rumah yang rusak juga karena retakan. Tapi karena tempat kerja dia jauh, jadi yang punya hanya datang seminggu sekali. Sebenarnya ditempati karena tempat kerja jauh, jadi tinggal di dekat tempat kerja,” jelas Nugroho.
Warga setempat telah melaporkan kejadian ini kepada pihak pengembang perumahan serta pemerintah setempat. Informasi tersebut juga sudah diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul.
Petugas BPBD diketahui telah datang ke lokasi untuk melakukan asesmen awal dan menutup retakan tanah menggunakan terpal sebagai langkah sementara untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
Koordinator Lapangan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Hertanto, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari dukuh hingga BPBD.
Namun hingga kini, pihak pengelola masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan, termasuk kemungkinan kompensasi bagi rumah warga yang terdampak.
“Untuk rumah terdampak nanti (dapat kompensasi atau tidak), saya belum tahu. Karena saya akan laporan dulu ke kantor dan tanya ke kantor untuk tindak lanjutnya,” tutupnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















